Partai Demokrat Menjadi BUNKER Para Koruptor?
Posted by KabarNet pada 28/07/2010
KETUA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Benny K Harman beberapa hari lalu meminta agar kasus Bank Century segera ditutup. Pernyataan tersebut sungguh menyakitkan rasa keadilan masyarakat mengingat skandal Century diduga telah merugikan negara sebesar 6,7 trilyun. Sayangnya pernyataan tersebut keluar dari seorang polisiti Partai Demokrat yang justeru menjadi ketua komisi yang membidangi hukum di DPR. Pernyataan tersebut merupakan bumerang buat Partai besutan SBY tersebut ke depan.
Banyak anggota DPR seperti Ahmad Yani (F-PPP) dan Bambang Soesatyo (F-PG) menilai pernyataan Benny K. Harman tersebut ciri dari seseorag yang tidak mengerti hukum. Karena sebenarnya, yang berhak menentukan apakah kasus Century ditutup atau tidak itu adalah Tim Pengawan Century, Kejaksaan dan juga KPK. Dan sampai saat ini, proses penyelidikan Century masih berlanjut.
Banyak kalangan menilai bahwa belum terungkapkanya skandal Century bukan disebabkan oleh tidak adanya fakta yang dapat membongkar Century. Banyak elemen masyarakat sipil menilai belum terbongkarnya Century bukan disebabkan karena tidak adannya indikasi dugaan korupsi dan kerugian negara, melainkan lebh disebabkan adanya intervensi dari kekuasaan tertentu yang sengaja membungkam skandal Century.
Pembungkaman skandal Century memang banyak diduga oleh khalayak banyak dengan berbagai macam strategi mulai dari kriminalisasi KPK sampai penutupan isu dengan isu yang lain. Istana berkali-kali diduga telah memproduksi isu sehingga perhatian publik atas skandal Century teralihkan. Sementara itu lembaga-lembaga penegak hukum dikerdilkan. Inilah sebetulnya hal yang menjadi dasar mengapa sampai saat ini Century belum terbongkar.
Kondisi ini tentu bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan oleh Benny K. Harman yang melihat kasus Century mesti ditutup karena sampai saat ini KPK dan Kejaksaan tidak menemukan indikasi korupsi. Ia tidak melihat bahwa pernyataan KPK dan Kejaksaan bahwa belum ditemukannya indikasi korupsi dalam skandal Century memiliki muatan kepentingan tertentu.
Sangat sayang memang pernyataan tersebut keluar dari politisi Partai Demokrat. Tetapi disisi lain itulah sebetulnya ungkapan partai Demokrat secara keseluruhan. Diduga partai Demokrat memang selalu berusaha meutupi skandal Century ini. Mereka selalu berusaha membungkam Century yang sebetulnya telah diputuskan oleh anggota DPR terdapat dugaan indikasi korupsi. Sebab itu, apa yang diungkapkan oleh Benny sebetulnya dapat dilihat bukan hanya ungkapan indivisu Benny semata, melainkan merepresentasikan kehendak Partai Demokrat secara keseluruhan.
Dalam hal ini, konsistensi Partai Demokrat dalam pemberantasan korupsi memang dipertanyakan publik. Apalagi saat ini banyak pengurus partai Demokrat yang diduga melakukan korupsi. Tak ayal Demokrat pun dinilai sebagai partai yang melindungi para koruptor. Aktivis ICW Febry Diansyah misalnya menilai keseriusan partai Demokrat dalam memberantas korupsi ini patut dipertanyakan. Sikap partai Demokrat terhadap anggotanya yang diduga korupsi dinilai kurang tegas, bahkan tercium seakan ingin melindungi.
Dalam hal inilah publik kembali mempertanyakan, apakah Partai Demokrat memang serius memberantas korupsi atau ia hanya menjadi tameng bagi para koruptor untuk berlindung di balik kekuasaan? Partai Demokrat menjadi benteng pertahanan (bunker) para koruptor?







































taUbat berkata
SUDAH BERBAGAI CARA DALAM MENUNTASKAN PERKARA NAMUN TAK KUNJUNG TUNTAS/USAI JUGA RUPANYA TERKUAK ADA KENDALA :
SANG PELINDUNG PARA KORUPTOR ….
KENAPA HARUS DARI PARTAI PENGUASA, YANG JUSTRU SEHARUSNYA BERJIBAKU MEMBERANTAS HABIS PARA KORUPTOR ….. (TAPI SEBALIKNYA)
SEKALI LAGI MASYARAKAT KECEWA ..
taUbat berkata
Presiden Cina ingatkan bahaya korupsi
http://www.detiknews.com/read/2011/07/01/204311/1672616/934/presiden-cina-ingatkan-bahaya-korupsi?881101934
sublingual viagra berkata
It’s exceptional so that i can get an issue using the web which is as exciting and even stimulating mainly because what you may come with in this case. Your main site will be nice, the visuals for business, and then what’s a lot more, have base which are about what precisely you’re talking about. You’re one during a , 000, 000, done well!
movie transformers 3 berkata
In the event you’re really undecided: snap up your favorite headphones, top of the head right a good Best Buy and ask so that you can hook these individuals suitable Microsoft zune then simply a mp3 player and determine the one that tones far better people, together with that graphical user interface making you laugh a whole lot more. Now you’ll understand which can be best for you.
taUbat berkata
Ada apa ini, sampai kadernya membuka aib isi dapurnya sendiri …..
Senin, 11/07/2011 08:58 WIB
Mubarok: Nazaruddin Simpan Uang Ratusan Miliar Rupiah
Indra Subagja – detikNews
Jakarta – Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Ahmad Mubarok menuding Nazaruddin banyak memanfaatkan nama partai untuk meraup untung. Tidak heran Nazaruddin saat terlilit kasus hukum, lari ke Singapura karena memiliki uang banyak.
“Dia punya ratusan miliar. Uangnya dia simpan,” kata Mubarok saat dihubungi detikcom, Senin (11/7/2011).
Mubarok menjelaskan, tabiat Nazaruddin baru ketahuan setelah kasus hukumnya terkuak. Salah satunya, Nazaruddin dengan uangnya berspekulasi dalam saham sebuah BUMN. Untuk main saham perusahaan itu saja dia menggelontorkan uang Rp 300 miliar.
“Uang itu mau ditarik sekitar Rp 200 miliar, tapi tidak bisa,” jelasnya.
Dalam mencari uang, lanjut Mubarok, Nazaruddin tidak sungkan mencatut nama Edhie Baskoro atau Ibas, bahkan juga SBY, untuk meraih untung dengan alasan untuk dana partai.
“Jadi ini baru ketahuan belakangan. Waktu kongres juga ternyata dia banyak menerima sumbangan dari orang, baru banyak yang bicara setelah Nazaruddin pergi,” jelasnya.
Mubarok tidak khawatir Nazaruddin mengeluarkan semua tudingan terkait aliran uang. “Jadi dia itu dikendalikan orang, secara sistematis ingin meruntuhkan PD hingga 2014. Orang itu juga sekaligus ingin menguras uang Nazaruddin,” tuturnya.
(ndr/nrl)
taUbat berkata
KPK mohon relevan dan jangan mengabaikan pemberitaan pers …
================================
Selasa, 12 Juli 2011, 10:04 WIB
VIVAnews – Muhammad Nazaruddin berjanji akan kembali ke Indonesia. Namun, dia meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi agar menangkap terlebih dahulu orang-orang yang pernah dia sebut juga terlibat dalam korupsi Kementerian Pemuda dan Olahraga.
“Kalau KPK sudah lembaga hukum yang benar, tanpa ada intervensi saya akan pulang,” kata Nazaruddin lewat BlackBerry Messenger kepada VIVAnews.com, Selasa 12 Juli 2011.
Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu meminta kepada KPK menyidik kasus korupsi Kemenpora dan di PLN. “Tangkap semua yang mengatur kegiatan di Menpora dan yang mengarahkan semua kegiatan di Menpora. Jelas uang mengalir ke siapa saja. Artis itu Angelina Sondakh, dan Wayan Koster,” ujarnya.
Nazar membeberkan bahwa proyek wisma atlet yang bernilai Rp200 miliar sudah dibagi-bagi sebesar Rp16 miliar. Rinciannya, Rp9 miliar untuk DPR, dan Rp7 miliar untuk tim kongres pemenangan Anas Urbaningrum.
Sedangkan untuk proyek Ambalan, dari nilai proyel Rp1,2 triliun, dana yang sudah dialokasikan sebanyak Rp100 miliar. Rinciannya, ke DPR lebih kurang Rp25 miliar, ke Andi sebesar Rp5 miliar, diberikan melalui pengusaha teman Anas bernama M. Kemudian sebesar Rp50 miliar untuk pemenangan Anas saat kongres, dan Rp20 miliar untuk tim konsultan Anas.
Angelina Sondakh sudah membantah terlibat dalam kasus Kemenpora. Angie justru mempersilakan agar Nazaruddin melaporkan tuduhannya itu ke KPK. “Akan lebih elegan kalau Nazar pulang dan lapor langsung ke KPK,” kata Angelina. Wakil Sekjen Partai Demokrat itu juga membantah tudingan Nazaruddin bahwa ia diperkenalkan Menpora Andi Mallarangeng kepada Sesmenpora Wafid Muharram.
Wayan Koster juga telah membantah. Namun politisi PDI Perjuangan itu tak mau menanggapi lebih lanjut tudingan Nazar. “Saya tak perlu komen soal pernyataan Nazar nanti malah jadi ribet,” ujar Koster dalam pesan singkat yang diterima VIVAnews.
Pernyataan Nazaruddin itu dibantah keras oleh kubu Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Pengacaranya, Patra M Zen, menegaskan, tudingan Nazaruddin itu tidak ada datanya sama sekali.
“Pak Anas bilang semua yang dibilang Nazaruddin itu fitnah. Tidak ada yang benar,” kata Patra saat dihubungi VIVAnews.com.
Menurut Patra, semua tudingan Nazaruddin itu sudah dilaporkan ke polisi kemarin. Dalam laporannya, Anas melaporkan Nazaruddin karena telah mencemarkan nama baiknya melalui BlackBerry Messenger yang disebar melalui wartawan.
Dalam kasus ini, menurut Patra, Anas menunjuk empat pengacara yang juga politisi Demokrat. Keempatnya yakni Denny Kailimang yang juga Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum, Sekretaris Komunikasi Publik Hinca Panjaitan, dan Poltak Ike Wibowo.
Patra pun menantang Nazaruddin untuk membeberkan semua datanya ke KPK. Dan menantang Nazaruddin untuk menjalankan proses hukum yang telah berjalan. “Daripada kirim BBM, lebih baik sampaikan saja ke KPK dan jalankan seluruh proses hukumnya,” ujar Patra yang juga adalah Ketua Biro Investigasi dan Analisis DPP Partai Demokrat.
Proyek SEA Games yang ditangani KPK sudah menjerat empat tersangka. Selain Nazar, KPK terlebih dahulu menjerat Wafid Muharram (Sesmenpora), Direktur PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Direktur Marketing PT Duta Graha Indah Muhammad El Idris.
Nazaruddin sendiri sudah dikenakan cegah ke luar negeri. Meski sudah dicegah, namun, Nazaruddin sudah terlebih dahulu pergi ke Singapura. Kini paspornya sudah dicabut imigrasi. Nazar pun sudah empat kali mangkir dari pemeriksaan KPK. Selain kasus Kemenpora, Nazaruddin juga diduga terlibat dalam kasus korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional. (eh)
taUbat berkata
Siapakah yang berbohong, kenapa tidak ada sanksi tegas yang diberikan oleh pimpinan ….
(artinya semua benar)
==============
Jakarta – Muhammad Nazaruddin mengaku telah menggelontorkan uang bagi Anas Urbaningrum agar menang dalam Kongres Partai Demokrat. Namun, bagi Ruhut Sitompul, kemenangan Anas bukan karena uang. Justru peran Ruhut yang paling utama.
“Terus terang saja saya sudah anggap semua omongan Nazaruddin bohong,” kata Ruhut usai mengikuti pembukaan simposium internasional Mahkamah Konstitusi (MK) yang dibuka Presiden SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (11/7/2011).
Saat ditanya seberapa besar peran Nazaruddin dalam kemenangan Anas, Ruhut memberi jawaban singkat. Bagi mantan pemain sinetron ini, peran Nazaruddin tidak terlalu besar.
“Nggaklah, saya tim suksesnya. Jangan kayak gepeng dong, kayak pahlawan kesiangan menang karena dia. Yang selalu ke akar rumput siapa? Saya yang paling rajin,” ujar Ruhut sambil tertawa.
Dalam kesempatan tersebut, Ruhut juga memastikan Nazaruddin itu terus berbohong. “Kita negara hukum, mana fakta hukum agar tidak terjadi fitnah. Kan begitu, dia tidak bisa buktikan terus, sampai dia tersangka,” ungkapnya.
(mad/lrn)
Anonymous berkata
Di dunia memang bisa pada menghindar dari jerat hukum, tapi di akherat nanti, tiada maaf bagimu !
GHOIB berkata
Mungkin ada yang umurnya sudah kepala lima, malah enam. Berart sisa usianya dibandingkan usia rata-2 orang Indonesia yang gak jauh-2 dari 70 tahun, maka, sisa usia rata-rata tinggal 10-20 tahuan lagi. Lha….. umur segitu masih pada mentingin dunia, ngurusin materi, rebutan jabatan dan kedudukan, gontok-gontokkan, pada berbohong ke rakyat, ngelanggar sumpah jabatan sama Tuhan, KKN, ngibulin keluarga dan main mata ? mau kaya apa ntar di alam kubur ? Mau remuk dihajar Malaikat Penjaga kubur ? mau ngerasain api neraka jahanam ? mau hidup kekal semalanya di neraka tersebut tanpa pernah sekalipun mencium bau surga ? Kasihan sekali bapak-bapak dan engkong-engkong ini. Makin tua bukannya makin soleh, tapi malah makin jadi bandelnya. Lebih-2 daripada ABG. Sadarlah dan tobatlah sebelum terlambat, yakni sebelum nafas terakhir sampai di tenggorokkan. Karena saat itu semuanya sudah terlambat. Cuma amalan hidup dan doa anak yang soleh, yakni yang dibesarkan dengan uang halal yang bakal menemainya di alam kubur yang dingin, sepi dan gelap.
taUbat berkata
RUHUT SITOMPUL : ANAS HARUS MUNDUR SEBELUM TERSANGKA
Kamis, 02 Februari 2012 | 10:37
Beritasatu.com – Anas harus punya etika dan jiwa besar dalam berpolitik dengan memikirkan kepentingan partai yang lebih besar
Kader Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul meminta Ketua Umum (Ketum) PD Anas Urbaningrum agar tidak menunggu proses hukum untuk mundur dari jabatannya.
Menurutnya, Anas harus punya etika dan jiwa besar dalam berpolitik dengan memikirkan kepentingan partai yang lebih besar. Karena itu Anas harus berani mengundurkan diri.
Jika Anas menunggu proses hukum, kata Ruhut, apalagi sampai menunggu berkekuatan hukum tetap, maka PD akan hancur.
“Etikanya seperti itu. Dia harus sadar bahwa ini untuk kepentingan partai. Makanya non aktif saja. Kalau tidak terbukti, nanti kan bisa kembali menjadi Ketum. Tetapi kalau terbukti, ya dengan sendirinya hilang jabatan yang dimiliki,” kata dia, di Jakarta, hari ini.
Ruhut mengaku menghormati Anas. Menurutnya permintaan mundur agar Anas tidak benar-benar malu ketika nantinya ditetapkan sebagai tersangka.
Ditegaskan Ruhut, mundur setelah ditetapkan tersangka adalah sangat memalukan dan merusak harga diri Anas.
“Apa enggak lihat seperti Ibu Miranda yang ditetapkan tersangka itu. Malu kan kalau seperti itu. Makanya saya minta lebih baik mundur saja. Itu untuk kehormatan Anas juga,” ujar anggota Komisi III DPR ini.
Ruhut meminta Anas agar mengikuti sikap yang diambil mantan Bendahara Umum PD Muhamad Nazaruddin. Menurutnya, Narazuddin mundur sebelum menjadi tersangka.
“Sebagai saksi saja belum. Apalagi tersangka. Jadi Anas kalau bisa mengikuti Nazaruddin,” tutur advokat, yang juga menjadi tim sukses Anas pada kongres Demokrat di Bandung, 2010 lalu.
Penulis: SP/ Robertus Wardi/ Ayyi Achmad Hidayah
taUbat berkata
SBY : DEMOKRAT PARTAI TERKORUP KE LIMA !!
TAK TERIMA PD SERING DISERANG. SBY BEBERKAN DATA KORUPSI PARPOL
Jakarta – Kaskus – Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) merasa gusar dengan pemberitaan yang kerap menyebut PD sebagai partai terkorup. Menurutnya, banyak partai yang lebih korup dibanding PD.
“Saya ingin menunjukkan data yang sah, masih banyak parpol yang korupsinya jauh di atas Demokrat,” kata SBY.
Hal itu disampaikannya dalam acara Silatahurahim Para Tokoh Pendiri dan Deklarator PD di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (13/6/2012).
SBY pun membeberkan data yang dimilikinya. Dari data itu, SBY mengungkap urutan partai terkorup mulai dari tingkat DPRD hingga kementerian.
“Saya beri contoh kasus korupsi di tingkat DPRD provinsi, dalam kurun 2004 sampai 2012. Korupsi yang dilakukan oknum Demokrat 3,9 persen, peringkat 5 dari seluruh partai. Di atas Partai Demokrat ada 34,6 persen, 24,6 persen, 9,2 persen dan 5,2 persen,” paparnya.
Untuk korupsi di tingkat DPRD Kabupaten / Kota pada periode yang sama, SBY memaparkan oknum PD menempati peringkat tiga dengan 11,5 persen. “Di atasnya masih ada dua parpol, masing-masing 27%, dan 14,4 %,” ujarnya.
Sedangkan untuk korupsi di tingkat DPR, Kementerian, Gubernur, dan Wali Kota/Bupati, oknum PD juga menempati posisi tiga. Di bawah dua parpol lain.
“Diatasnya masih ada dua parpol dengan angka 33,7%, dan 16,6%,” tuturnya.
Berdasarkan data-data yang dibeberkannya, SBY heran PD masih terus disebut partai korup. “Itu faktanya, kenyataannya, adilkah jika kita divonis sebagai partai korup sedangkan partai lain dianggap partai bersih,” imbuhnya.
taUbat berkata
PARTAI HENDAKNYA DAPAT DIJADIKAN SEBAGAI PENGAWAL PEMBANGUNAN BUKANNYA PENGHAMBAT DAN BUKAN SEBAGAI AJANG BERSELISIH/BERSITEGANG DENGAN PARTAI LAINNYA. (SOLUSI)
MASYARAKAT BUTUH REALISASI BUKAN POLITISASI. (PERUBAHAN)
Calon jamaah haji berkata
artikel yang menarik…
saya bookmark ya, sebagai tambahan referensi