KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Tabung Gas Meledak, 10 Orang Terbakar

Posted by KabarNet pada 26/07/2010

Ledakan tabung gas yang berasal dari sebuah rumah di Jl Mandalika 1 RT.06/06, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, mengakibatkan sepuluh orang mengalami luka bakar ringan. Ledakan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram itu terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB di sebuah rumah kontrakan yang dihuni pedagang bubur ayam.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Iptu Johari Bule, peristiwa ledakan tabung gas itu terjadi saat pedagang bubur ayam di sekitar rumah itu hendak mempersiapkan dagangannya.

Ketika beberapa pedagang bubur mempersiapkan dagangannya, salah seorang pedagang mengetahui dan mencium salah satu tabung gas bocor.
“Pedagang tersebut kemudian memasukkan tabung gas ke dalam bak air. Namun ternyata ada lagi tabung gas juga mengalami kecocoran,” kata Johari Bule saat dikonfirmasi mengenai ledakan gas tersebut.

Tabung gas lain ternyata juga mengalami kebocoran dan belum sempat diamankan. Tabung gas ukuran tiga kilogram tersebut kemudian tersambar kobaran api kompor hingga terjadi ledakan yang cukup keras.

Akibat ledakan tersebut, sepuluh orang yang berada di sekitar lokasi ledakan mengalami luka bakar ringan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sumber Waras untuk menjalani perawatan.
“Identitas korban ledakan tabung gas sementara tiga korban perempuan dan tujuh laki-laki masih dalam perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras,” kata Johari.

Johari Bule mengatakan, sebab-sebab terjadinya ledakan tabung gas itu masih diselidiki pihak kepolisian.
“Kita masih kesulitan memintai keterangan para saksi atas peristiwa ini, karena penghuni kontrakan rata-rata terluka dan masih dalam perawatan. Sementara saksi tetangga sekitar juga tidak mengetahui peristiwa ini,” tutur Johari Bule.

Source

Tabung Gas 3 Kg, ‘Bom’ Nyata di Dapur Kita

Pencetus tabung gas 3 kg Jusuf Kalla dalam suatu kesempatan pernah menyangkal opini yang berkembang di masyarakat bahwa tabung gas 3 kg adalah bom yang sewaktu-waktu bisa meledak. Mantan Wakil Presiden ini pun berdalih, tidak ada bukti jika ada kebocoran dalam tabung gas.

Menurut JK, penyebab ledakan tabung gas ini adalah kebocoran selang serta regulator disebabkan kelalaian pemakai. Tapi terakhir, pentil yang terdapat dalam tabung gas menyebabkan ledakan gas hingga melukai 10 orang di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (25/7/2010) kemarin. Apakah pemakai masih dipersalahkan?

“Dominannya pentil yang lepas itu karena konsumen menambahkan alat-alat tertentu seperti alat segitiga yang dijual di pasaran,” kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi kepada detikcom, Minggu (25/7/2010) kemarin.

Pentil menjadi penyebab baru terjadinya ledakan gas 3 kg. Sebelumnya, memang regulator serta selang dituding sebagai pemicu utama ledakan. Sehingga, pemerintah pun langsung mengeluarkan selang dan regulator SNI untuk mencegah makin maraknya insiden ledakan gas.

Namun, tak lama setelah pemerintah mengeluarkan selang dan regulator SNI, ledakan gas tidak makin surut, tetapi justru terus meningkat.

Di saat pemerintah mulai gencar mencari solusi “teror di dapur”, insiden ledakan gas dari tabung 3 kg terjadi lagi. Pada 13 Juli lalu, ledakan gas 3 kg terjadi di perumahan penduduk RT 13/RW 3, Kelurahan Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, rumah korban jebol serta korban menderita luka bakar yang parah.

Bahkan di Tangerang, Banten, korban ledakan gas, Nursiah, akhirnya meninggal dunia. Nursiah meninggal setelah mengalami luka bakar 60 persen akibat ledakan itu pada 11 Juli 2010. Tragis!

Para korban ledakan gas 3 kg makin bertambah. Minggu lalu, Ridho Januar, bocah berusia empat tahun terpaksa harus gigit jari lantaran tidak bisa bertemu dengan presiden di Istana. Padahal, bocah dengan 90 persen tubuhnya penuh luka bakar ini jauh-jauh datang dari Jawa Timur bersama ibunya untuk meminta bantuan pengobatan kepada Presiden SBY.

Belakangan, setelah di-blow up besar-besaran oleh media, Menteri Kesehatan menjenguk Ridho. Lewat juru bicaranya, Presiden SBY juga mengucapkan simpati yang mendalam atas penderitaan yang dialami Ridho.

Pihak Pertamina pun juga berjanji akan menanggung biaya pengobatan bocah malang ini.

Komisi Perlindungan Anak (KPAI) mencatat 10 anak terluka akibat ledakan gas dalam kurun waktu 4 bulan terakhir. Imbasnya, KPAI meminta pemerintah menarik kembali semua tabung gas dan regulatornya untuk memastikan supaya tidak ada korban baru. Namun permintaan KPAI ini sepertinya dianggap angin lalu saja oleh pemerintah.

Menanggapi maraknya ledakan gas 3 kg, pihak Pertamina tak mau langsung disalahkan. Berbagai laporan dari masyarakat akan terus ditampung. Ditambah dengan penyelidikan intensif akan terus dilakukan oleh BUMN tersebut.

“Kalau kita hanya mengidentifikasi keterangan masyarakat, belum bisa dijadikan kesimpulan,” kata Vice President Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra saat dihubungi detikcom, Jakarta, Minggu (25/7/2010) malam menyikapi ledakan gas yang terjadi di Tanjung Duren kemarin.

Langkah cepat pemerintah terus dibutuhkan. Agar ‘bom’ nyata yang berada di sekitar kita ini tidak terus memakan korban, yang sebagian besar adalah rakyat kecil. [detikNews]

Satu Tanggapan to “Tabung Gas Meledak, 10 Orang Terbakar”

  1. cobaberbagi berkata

    seperti teroris saja tabung gas sekarang, bisa meneror dan meledak

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: