Freeport Diam-diam Produksi Uranium
Posted by KabarNet pada 15/07/2010
PT Freeport diduga menggali bahan baku uranium secara diam-diam sejak delapan bulan silam. Perusahan asing itu ditengarai mencuri hasil kekayaan masyarakat Papua dan membohongi pemerintah dengan hasil tambang yang disalurkan lewat jaringan pipa-pipa bawah tanah.
Hal itu diungkapkan Yan Permenas Mandenas S.Sos Ketua Fraksi Pikiran Rakyat DPRD Papua. “Kegiatan ini dilakukan secara tersembunyi dan telah berlangsung cukup lama,” ungkapnya yang juga anggota Komisi C itu. “Selain emas, uranium juga diproduksi oleh Freeport,” tambahnya. Menurutnya, informasi didapat dari sejumlah masyarakat dan karyawan Freeport di Timika.”Selain karyawan dan masyarakat, saya juga mendapat laporan dari sumber yang dapat dipercaya,” tandasnya.
Hal ini sangat disayangkan mengingat pajak yang didapatkan dari perusahaan emas terbesar di dunia ini, hanya berjumlah Rp 30 miliar pada tahun lalu.Yan juga mengeluhkan, bahwa dewan belum bisa bergerak karena terkendala masalah klasik, yaitu belum ada alokasi dana untuk turun ke lapangan.”Kami belum bisa ke lapangan karena terkendala dana,” tegasnya. (bnj/tsy)
Freeport Diam-diam Produksi Uranium
Mandenas: Itu Namanya Pencuri, Tidak Ada di Kontrak Karya
Yan MandenasJAYAPURA — Suatu berita mengejutkan soal PT Freeport Indonesia (FI). Kabarnya perusahaan tambang raksasa itu, dilaporkan secara diam-diam memproduksi serta mengekspor zat kimia mematikan dan paling dicari dunia barat, yakni uranium yang merupakan bahan dasar reaktor nuklir dan senjata nuklir dalam kurun waktu delapan bulan terakir ini.
Tindakan PT. Freeport Indonesia (FI) yang telah melenceng jauh dari kontrak karyanya ini, bukan merupakan hal yang baru, pasalnya perusahaan raksasa ini hanya diketahui menambang tembaga, sedangkan emas, batu bara dan bahan tambang non migas lainnya baru diketahui publik pada tahun 1990-an.
Nah kali ini, yang sudah beroperasi di Papua sejak tahun 1964 ini kembali mengulang sejarah dengan melakukan penambangan Uranium tanpa sepengetahuan Pemerintah, dan publik Papua. Hal ini membuat DPRP naik pitam, pasalnya dari hasil tambang yang dikeruk perusahaan raksasa dunia itu, pemerintah dan rakyat Papua hanya kebagian Rp30 miliar.
“Ini namanya pencuri, PT Freeport sudah lakukan pencurian, karena diam-diam memproduksi Uranium yang tidak ada dalam kontrak kerja,” tegas Ketua Fraksi Pikiran Rakyat DPR Papua, Yan Mandenas diruang kerjanya, selasa (13/7) kemarin.
Ketua umum DPD Hanura Papua ini mengatakan, aktifitas penambangan Uranium yang dilakukan PT FI ini sudah berlangsung selama delapan bulan, dan dari informasi yang berhasil diperoleh DPRP, aktifitas penambangan Uranium ini dilakukan sembunyi-sembunyi.
“Informasi soal penambangan ini terus kami ikuti, kami punya banyak informan ada dari dalam PT FI sendiri, Pemerintah Kabupaten, LSM dan masyarakat,” ungkap Mandenas.
Menyinggung, tindakan DPRP terhadap penambangan liar tersebut, Yan mengatakan, walaupun PT FI berada di wilayah pemerintah Provinsi Papua, namun Pemerintah Provinsi dan DPRP tidak bisa mengambil tindakan yang legal terhadap perusahaan raksasa tersebut.
“Kalau untuk PT Freeport ini birokrasinya terlalu panjang dan berbelit-belit, kami susah masuk ke sana, kan semua mineral tambang itu dikirim lewat pipa-pipa, siapa yang tahu, tidak adakan, apalagi akses kesana tidak gampang,” ujarnya.
Namun, sambung Yan, DPRP tidak hilang akal, tinjauan ke lokasi penambangan akan tetap dilakukan sambil menunggu pengurusan birokrasi untuk meninjau lokasi penambangan perusahan tersebut.
Sekedar diketahui, perang antara Iran dan Amerika yang melibatkan badan keamanan dunia karena persoalan pengayaan uranium yang dimiliki Iran. Amerika ingin menguasai teknologi pengayaan uranium. Pengayaan Uranium dibutuhkan untuk Negara yang banyak mempunyai PLTN, sehingga pasokan bahan baku PLTN tidak tergantung Negara lain.
Jadi ada dua fungsi pengayaan uranium tujuan damai untuk bahan bakar PLTN dan tujuan pembuatan Bom Nuklir, bisa dianalisa dengan sederhana kemana hasil uranium PT FI di bawa.
Sementara itu, Manager Corporate Communications PT Feeport Indonesia, Budiman Moerdijat yang coba dihubungi lewat HP tadi malam tidak berhasil. Meski nada masuk itu, terdengar namun yang bersangkutan tidak mengangkat Hp-nya. (hen/ bintang papua)







































taUbat berkata
DPR = BUKA MATA LEBAR2
Katanya sekarang sedang krisis listrik, tapi sumbernya yang menjadi pembangkit, digarong orang diam saja.
dan Katanya wakil rakyat …….
Bima Harus berkata
Sudah menjadi tradisi dan budaya bagi bangsa Indonesia ,bila pejabat kita diajak ngomong oleh orang asing /bule bangganya bukan main, padahal mereka diajak membantai dirinya sendiri maupun seluruh rakyat indonesia tanpa harus disadari
kasus ini sering terjadi bila anda mengamati tayangan TV nasional pada saat BUMN yang paling menguntungakan akan dijual keasing sebentar lagi PLN ya! sementara dinaikan dulu TDLnya biar untunganya besar nanti baru dijual murah untuk asing
yang penting komisinya harus dibesarkan untuk para pejabat yang doyan uang haram. sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa
Kita kembali pada sejarah penindasan asing ditanah air yang lamanya 3,5 abad kalau anda perhatikan kenapa bangsa kita dijajah asing sebegitu lamanya, jawabanya bangsa kita lebih bangga kalau dijadikan antek-antek koloni/ Neo liberal
ini bukti maka jangan heran kalau semua tambang minyak emas tembaga batubara timah sampai keuranium bisa pindah ketangan asing
Kalau zaman dulu kita perang melawan penjajah tidak terlampau sulit bila dibandingan dengan penjajahan model zaman sekarang
penjajah kita sekarang adalah anggota NATO jadi kita tidak akan mampu menghadapinya
kita ambil contoh misalnya malaysia mencuri wilayah RI secara terang-terangan anda tidak bakal mampu menghadapi malaysia apalagi malaysia bagian dari keanggotan 5 Negara yang pasti saja Inggris,Singapura,Swedia dan Australi tidak akan tinggal diam dalam hegemoninya mencaplok Indonesia dibawah kendali Zeonis Israel
Kebodohan bangsa sekarang ini setelah sepeninggalan Bung karno Rahasia Organisasi dibawah komando Israel yang bermuka wajah Amerika menjadikan Singapura sebagai Tel Aviv dan Indonesia sebagai Palestina tinggal tunggu waktunya saja, oke
Para pejabat-pejabat negara sekarang disibukan dulu dengan kemudahan korupsi yang berbasis Mafia internasional, adapun mereka para koruptor yang masih menjalankan proses hukum umumnya mereka tidak memiliki keanggotaan Mafia, jadi mudah ditangkap
mari kita lihat saja Indonesia kedepan jadinya bagaimana!!!!!
PAJAK VS MALU berkata
350 TH DI JAJAH MASIH TETAP SAJA GOOOOOOOOOOBLOK….
taUbat berkata
Cerita orang tua dulu, bahan dasar nuklir itu berasal dari Indonesia.
Amerika itu selain membuat Bom Atom, Pembangkit Listrik (1 gram uranium = 100 watt selama 15 tahun), dan kapal selam sekali mengisi dapat digunakan untuk 18 bulan Operasional.
=======
Amien Rais Minta Pemerintah Tutup Freeport
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kamis, 19 Januari 2006 | 13:45 WIB
“Kita tidak pernah tahu berapa kandungan tembaga, emas, bahkan kabarnya uranium yang dibawa keluar dari tanah air kita,” katanya dengan nada geram.
http://osdir.com/ml/org.region.indonesia.bandung.itb-77/2006-01/msg00082.html
=======
Freeport dan kiprahnya di bumi Papua
http://www.docstoc.com/docs/18370349/Freeport-dan-kiprahnya-di-bumi-Papua
terkait :
Kejahatan Lingkungan
http://www.vhrmedia.com/Pemudik-agar-Waspadai-Jalur-Tengkorak-di-Jatim-berita2162.htmlhttp://www.vhrmedia.com/Freeport-Mangkir-Bayar-Izin-Kelola-Hutan-Konservasi-berita3482.html
Indonesia Pemilik Ladang Hutang, Freepot Pemilik Ladang emas
http://penumpasjalanan.multiply.com/journal/item/679
FBI berkata
IYAA GOBLOK NIH
kongres berkata
yang diatas ngakalin yang dibawah,yang dibawah jgn mau kalah!! akalin yg di atas!! jadilah orang pinter . walopun berada di bawah ato diatas klo pinter tetap bisa bermanuver.
taUbat berkata
Didunia ini sangat langka untuk menemukan tambang uranium, Syukur alhamudulillah bahwa di Negara kita telah memilikinya selain di Kalimantan juga ada di Papua.
http://www.detikfinance.com/read/2010/07/29/115911/1409207/4/kadar-uranium-freeport-sangat-rendah?f9911033
Jika uranium di perdayakan/dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik berarti, dapat menghemat BBM Rp. 80 Triliun yang dapat digunakan sebagai dana kesejahteraan masyarakat.
Masih belum terlambat, cadangan bahan bakarpun telah berkurang alangkah baiknya dari sekarang dapat memulai pembangunan PLTN.
http://4wand4.wordpress.com/2008/08/28/mengenal-proses-kerja-dan-jenis-jenis-pltn/
http://voucherlistrikonline.com/?p=263
taUbat berkata
Freeport pernah habis-habisan menyangkal adanya kandungan emas di tambang tembaga ini, namun setelah terbukti bahkan kandungan emas nya terbaik dan terbesar didunia tidak ada reaksi dari siapapun lalu dibiarkan begitu saja, kemudian sekarang freeport diduga menambang Uranium dan dugaan itu tidak main2 banyak pakar dan ahlinya serta logikanya tapi kembali lagi freeport berkelit.
Ada apakah dengan pemerintahan ini …….
taUbat berkata
SURGANYA USAHA DI WILAYAH NKRI :
http://infoindonesia.blogdetik.com/2010/03/11/royalti-emas-papua-freeport-99-indonesia-1/#more-432
SIAPAKAH YANG DIRUGIKAN :
http://papuapost.wordpress.com/2009/09/01/pelaku-penembakan-di-freeport-bukan-kelompok-separatis/
PERMASALAHAN TAK PERNAH TUNTAS :
http://www.komisikepolisianindonesia.com/main.php?page=ruu&id=1019
NAKHODA ATLANTIS berkata
DENGAN ADANYA INFORMASI INI, MAKIN DEKAT KEBENARAN HASIL ANALISA PROFESOR SANTOS DARI BRAZIL YANG MENGATAKAN BAHWA SEBENARNYA DUNIA ATLANTIS YANG HILANG ITU ADALAH DARATAN INDONESIA YANG TENGGELAM SEBAGIAN KE DASAR LAUT, HINGGA YANG TERSISA ADALAH KETIGABELASRIBUAN PULAU BESAR DAN KECIL SAAT INI DI ANTARA DUA BENUA DAN DUA SAMUDRA, TERMASUK IRIAN JAYA DIMANA TEMBAGA, EMAS DAN TERAKHIR URANIUM DITEMUKAN.
CERITA HEBAT TENTANG KEMAJUAN ATLANTIS YANG HILANG ADALAH MEMBANGUN ISTANA DARI EMAS MURNI DAN PERAK, SISTEM PERTANIAN DAN LALULINTAS LAUT BERBENTUK LINGKARAN BERTINGKAT, KRISTAL ENERGI YANG MAMPU MEMBANGKITKAN LISTRIK DAN TERAKHIR ADALAH PESAWAT ANTARIKSA (UFO) YANG BERBAHAN BAKAR MERKURI DAN URANIUM. SEMUANYA BAHAN BAKU ITU ADA DIKEPULAUAN INDONESIA, APALAGI DITAMBAH KEBERADAAN URANIUM DI IRIAN JAYA, MAKIN JELAS SAJA KEPASTIANNYA.
WAHAI ANAK BANGSA ATLANTIS YANG MENJELMA MENJADI MAJAPAHIT, SRIWIJAYA DAN NKRI SUDAH SEPATUTNYA SADAR DAN MENIKMATI WARISAN NENEK MOYANGNYA DULU, YAKNI SELURUH KEKAYAAN ALAM INDONESIA DARI SABANG SAMPAI MERAUKE. USAHAKANLAH SECARA MANDIRI, JANGAN CUMA JADI PENONTON DAN SENANG DARI BAGI HASILNYA SAJA KARENA YANG MEMBAGI ITU TIDAK BODOH. MISALNYA DIAMBIL 100% MAKA YANG DIBAGI CUMA KURANG DARI 50%, ITUPUN DARI YANG TERCATAT, YANG TIDAK TERCATAT, WALAHU ALAM ?
AYO, JADI BANGSA YANG MAJU DAN MANDIRI DI ATAS KEKAYAAN ALAM SENDIRI !
KURANGI KETERGANTUNGAN YANG MERUGIKAN DIRI SENDIRI.
JADILAH TUAN DI NEGERI SENDIRI.
Garuda Perkosa berkata
SETUJU……..RAME2 AJA JADI RAMPOK DIRUMAH SENDIRI…….DIJAJAH BELANDA SELAMA 350 TAHUN (REKOR DUNIA !!!) SEHINGGA MERUBAH DNA MENJADI BANGSA INFERIOR, PENAKUT TAPI BENGIS TERHADAP SESAMA, RAKUS TERHADAP HARTA, KERJASAMA DG ASING DIANGGAP MENGUNTUNGKAN BILA ADA SETORAN KE PEJABAT, WALAU MENYENGSARAKAT RAKYAT SEKITAR LIHAT…RIAU ADA CALTEX…MASYARAKAT SEKITAR MISKIN GA KEPALANG, FREEPORT APALAGI…..SAATNYA UTK REVOLUSI !!!
taUbat berkata
Sebagai orang awam/rakyat sederhana menilai ada keganjilan mengenai informasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) disebabkan pada peta daerahnya terdapat kandungan Uranium tapi setelah di survey dinyatakan tidak ada kandungannya !
“Serahkan segala sesuatu pada ahlinya”
Sebagai bahan Informasi pada negara mengapa Tenaga Ahli yang independen tidak dilibatkan/didatangkan dari Korea Utara dan Iran saja, ada atau tidak adanya kandungan Uranium tersebut supaya masyarakatpun puas.
Freeport rupanya selain menambang tembaga juga ada emas, Perak, Batubara yang sudah diproduksi, serta uranium tapi freeport masih berkelit.
Kontrak Karya Pemerintah dengan Freeport untuk Tembaganya saja atau sudah paket menyeluruh, Pemerintah dan DPR adalah bodong/keterlaluan tidak berani mengusahakan untuk kepentingan masyarakat yang benar2 membutuhkan.
Adapun posisi Pemegang Saham:
Periode Awal:
1. Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (FCX, 81,28 persen)
2. PT Indocopper Investama (9,36 persen)
3. Pemerintah Republik Indonesia (9,36 persen)
- PT Indocopper Investama telah beberapa kali berganti pemilik seperti Grup Bakrie dan Bob Hasan. Pemilik terakhir Indocopper adalah FCX.
Periode Terkini:
1. Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. (FCX, 90,34 persen)
2. Pemerintah RI (9,36 persen).
Kalau melihat rasio pemerintah dengan Freeport apa tidak Jomplang/dzolim, Katanya mau diamandement Contractnya tapi sampai sekarang belum ada tanda2nya.
BENARKAH URANIUM DI FREEPORT TIDAK ADA ?
jika ada dan diketemukan kemudian hari sanksi apakah yang pantas bagi pemerintah, DPR dan yang terkait …..
Untuk kelola di papua dan dengan pengalamannya sebagai putra bangsapun sepertinya sudah sanggup ….
Bukankah kontrak awalnya sudah habis dan di amandement I perpanjangan, artinya dapat diamandement berarti amandement II untuk diputus karena berbagai alasan ….
juga dapat pertimbangan tidak ada yang tidak bisa selagi masih ada niatan …..
Semoga diberikan kemudahan dan jalannya …
taUbat berkata
Kemiskinan menjadi-jadi, pengangguran semakin banyak hutang bertumpuk-tumpuk yang kaya semakin kaya lalu apalagi yang diharapkan pada ibu pertiwi ini sangatlah miris/memprihatinkan, ada apakah ini …
Masih adakah harapan dikemudian untuk menyongsong hari depan yang cerah !
Dengan Sumber Daya Alam yang sebenarnya diperuntukkan untuk menopang hajat hidup orang banyak namun telah dimiliki oleh negara asing …..
Pada siapa lagi yang harus ……
taUbat berkata
RI NEGOSIASI ULANG SELURUH KONTRAK TAMBANG
Jum’at, 23 September 2011 , 02:49:00
JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengambil langkah strategis di sektor pertambangan. Kali ini, pemerintah siap melakukan negosiasi ulang atau renegosiasi seluruh kontrak pertambangan.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, upaya renegosiasi dilakukan pemerintah untuk mendorong optimalisasi penerimaan negara dari sektor pertambangan. “Sebab, saat ini kita akui belum optimal,” ujarnya di Komisi VII DPR, Kamis (21/9).
Menurut Hatta, yang kemarin menjadi ad interim menteri ESDM, saat ini belum ada benchmark atau acuan yang jelas terkait royalti yang diterima negara dalam kontrak-kontrak pertambangan mineral dan batu bara. “Masih ada yang yang dalam bentuk persentase, ada yang dalam satuan Rupiah per ton. Tentu, ini tidak optimal bagi penerimaan negara,” katanya.
Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, salah satu poin utama yang menjadi target renegosiasi adalah besaran royalti. “Poin lain yang akan direnegosiasi adalah luas wilayah pertambangan, soal divestasi saham, maupun rekrutmen karyawan lokal,” sebutnya.
Khusus untuk royalti, Thamrin mengakui, saat ini memang ada royalti yang ditetapkan dalam persen, misalnya dalam kontrak batu bara, 13,5 persen hasil produksi diserahkan ke pemerintah sebagai royalti. Namun, dalam kontrak jenis mineral, ada yang menganut sistem royalti fix atau tetap, yakni Rupiah per ton. “Misalnya, perusaan A memproduksi sekian ton, maka setiap ton produksi dia harus menyetor ke negara sekian Rupiah,” ujarnya.
Menurut Thamrin, sistem fix inilah yang akan direnegosiasi karena tidak memberi kontribusi optimal bagi negara. “Sebab, ketika harga logam naik seperti saat ini, yang mendapat banyak keuntungan hanya produsen, sedangkan royalti yang dibayar ke pemerintah tidak naik,” katanya.
Lalu, bagaimana hasil renegosiasi awal? Thamrin menyebut, dari total 118 kontrak pertambangan, yakni 42 bentuk kontrak karya (mineral) dan 76 dalam bentuk perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B), sebagian besar sudah menyetujui renegosiasi secara prinsip. “Sekitar 65 persen setuju secara prinsip, sedangkan 35 persen lainnya masih melakukan pembahasan di internal mereka,” sebutnya.
Thamrin mengatakan, proses renegosiasi akan dijalankan dengan cermat, mengingat pemerintah Indonesia juga sudah menyatakan komitmen untuk menghormati kontrak, sehingga tidak akan ada pemaksaan. “Kita ingin ada win win solution. Di satu sisi, kita ingin penerimaan negara bisa naik, di sisi lain kita juga harus menjaga kepercayaan investor agar iklim investasi tetap baik,” ujarnya. (owi)
taUbat berkata
FREEPORT TOLAK KONTRAKNYA ‘DIUTAK-ATIK’ PEMERINTAH
Selasa, 27/09/2011 06:40 WIB
Jakarta (detikFinance) – Pihak PT Freeport Indonesia menolak renegosiasi kontrak yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Perusahaan tambang dan emas ini merasa kontraknya sudah cukup adil bagi pemerintah Indonesia.
Hal ini diungkapkan oleh General Superintendent Corporate Communications PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait kepada detikFinance, Selasa (27/9/2011).
“Kami yakin bahwa kontrak kami cukup adil bagi setiap pihak dan menghasilkan kontribusi cukup besar bagi pemerintah, jika dibanding dengan negara penghasil utama bahan tambang lainnya di dunia,” tutur Ramdani.
Dia menegaskan, Freeport akan tetap menghormati dan mematuhi ketentuan dari kontrak karyanya.
“Kami telah menjalankan kegiatan operasi kami di Indonesia dengan berhasil selama lebih empat dasawarsa, dan berharap dapat terus meraih keberhasilan lebih lanjut untuk waktu yang lebih lama lagi,” jelas Ramdani.
Menurutnya, sesuai kontrak karya yang tengah berlaku sejak Desember 1991, kontribusi Freeport kepada pemerintah Indonesia mencapai lebih dari US$ 12 miliar.
“Pemerintah secara konsisten menunjukkan itikadnya untuk menghormati semua kontrak yang ada,” katanya.
Saat ini memang dalam kontrak karya Freeport, jumlah royalti yang diberikan kepada pemerintah Indonesia adalah 1%.
Sedangkan dalam aturan royalti pertambangan pada Peraturan Pemerintah (PP) No.45/2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku, royalti emas ditetapkan sebesar 3,75% dari harga jual kali tonase.
Dalam laporan keuangan Freeport 2010 yang dikutip detikFinance diperlihatkan jumlah cadangan emas Freeport mencapai sekitar 35,5 juta ounces dan terbesar adalah dari tambang di Papua yang mencapai 33,7 juta ounces.
Freeport di tambang Papua menguasai 90,64% saham. Tambang Grasberg di Papua merupakan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia.
Dalam laporan keuangannya di 2010, Freeport menjual 1,2 miliar pounds tembaga dengan harga rata-rata US$ 3,69 per pound. Kemudian Freeport juga menjual 1,8 juta ounces emas dengan harga rata-rata di 2010 US$ 1.271 per ounce.
Di 2011, Freeport menargetkan penjualan 1 miliar pounds tembaga dan 1,3 juta ounces emas.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan melakukan renegosiasi kontrak pertambangan kepada seluruh perusahaan tambang di Indonesia tak terkecuali Freeport.
Ada beberapa kewajiban yang akan ditekankan pemerintah dalam kontrak baru pertambangan yaitu mulai dari pembagian royalti, kewajiban memproses di dalam negeri, perpanjangan/perluasan kontrak, aturan divestasi saham, dan lain sebagainya.
Bahkan pemerintah juga mengarahkan soal kewajiban alokasi distribusi produk tambang ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).
(dnl/qom)
taUbat berkata
TERLAMBAT, MESTINYA TAHUN LALU FREEPORT SELESAI
Minggu, 02 Oktober 2011 , 14:59:00 WIB
RMOL. Tidak ada yang istimewa dari keinginan pemerintah untuk melakukan renegosiasi terhadap semua kontrak karya perusahaan tambang di negeri ini, termasuk PT Freeport. Karena itu merupakan perintah UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara atau Minerba.
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.
“Itu perintah UU Minerba. Jadi itu sudah otomatis harus dilakukan. Jangan pula nanti dibilang, mereka mengaku mengambil inisitif lalu mendapat credit point. Saya kira tidak,” jelasnya.
Justru, masih menurut mantan senator asal Jakarta ini, pemerintah terlambat bila baru saat ini merenegosiasi kontrak karya semua perusahaan tambah tersebut. Mestinya, semua renegosiasi kontrak karya perusahaan itu sudah selesai dilakukan tahun lalu. “Justru mereka mereka sudah sangat terlambat. Artinya sudah sejak setahun lalu mestinya sudah beres. Ini kan belum,” kesalnya.
Pada Kamis lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku optimis renegosiasi sejumlah kontrak karya dengan perusahaan pertambangan. “Kita memiliki UU yang harus saya jalankan. Dan undang-undang kita ini harus kita implementasikan,” ujar Hatta. [zul]
taUbat berkata
PERTALIAN SUCI JIKA SEPIHAK SUDAH ADA NIATAN DENGAN KEBURUKAN / KESERAKAHAN DIPIHAK LAIN AKAN :
- D I H I A N A T I
- D I P E R A H
- D I P E R B U D A K
PENCAPAIAN SOLUSI MESTINYA BERPIHAK PADA RAKYAT ……
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/10/31/kamu-kenal-umurmu/
temonsoejadi berkata
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/11/01/adakah-cinta-dihatimu/
taUbat berkata
JFK, INDONESIA, CIA DAN FREEPORT (Sumber Masalah di Papua)
Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”
Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.
Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.
Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.
Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.
Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.
Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.
Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.
Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.
Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.
Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!
Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.
Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.
Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.
Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya. Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.
Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.
Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.
Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.
Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?
Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.
Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.
Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.
Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.
Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.
Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!
Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!
Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.
Freeport merupakan ladang uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran sendiri telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.
Sumber : Blog Media Kata
taUbat berkata
ADA 2 (DUA) HARAPAN/KEINGINAN DARI MASYARAKAT PADA KASUS “PENIPUAN TERBESAR YANG TELAH DILAKUKAN OLEH FREEPORT PADA ABAD INI,” YANG SEHARUSNYA EMASPURA DIUBAH MENJADI TEMBAGAPURA :
1. SEGERA MENINGGALKAN BUMI PERTIWI / TANAH AIR / NKRI DAN MEMBAYAR DENDA/KERUGIAN (PRODUKSI 44 THN) DIKARENAKAN TELAH MENIPU KANDUNGAN SUMBER DAYA ALAM UNTUK DIKURAS, BENAR2 SANGAT MERUGIKAN NEGARA. (HAJAT HIDUP RAKYAT INDONESIA)
2. DIUSULKAN MASUK DALAM “WORLD OF RECORD”
Freeport Diam-diam Produksi Uranium « KabarNet « Bulu Abu berkata
[...] Freeport Diam-diam Produksi Uranium « KabarNet. [...]
dewanta991975 berkata
No comment ! But for Indonesia Government you is the best for manipulated every think you can do for benefit your self ! For Indonesia People please actions no talk only OK ? Best Regard Dewanta Aries Sandy
nokia male berkata
Pemerintah tambah lama tambah goblok…… kapan sadarnya ke goblokannya itu
alvin berkata
halaaah…bisa ap c pemerintah…ngebacot aj…buktikan donk….dah tw dicolong,,anteng aj…orang kecil nyolong sendal,,dipenjara…..mw’a ap c indonesia???buka mata bung….timor-timur lepas…karena pnya cadangan emas jg,,aceh mw lepas karena aset ganja tuk tekstil’a bung,,n ladang minyak terbesar di dunia yg telah diteliti,,mw ap lg qt?????diem aj??????pemerintah goblok ap masyarakat yg goblok……????????dasar mank goblok..
taUbat berkata
DUTA BESAR AS SAMBANGI KANTOR KPK
Kamis, 9 Februari 2012, 11:51 WIB
VIVAnews – Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, mengunjungi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.
Menurut Marciel, kedatangannya ke KPK kali ini merupakan bentuk dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Kami, Amerika, berkepentingan besar terhadap kesuksesan Indonesia dalam pemberantasan korupsi,” kata Marciel di Kantor KPK.
Marciel menggelar pertemuan dengan Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Zulkarnaen di Kantor KPK. Mereka membahas bantuan yang dapat diberikan pemerintah AS kepada KPK dalam rangka mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Namun, tegas Marciel, pertemuan itu tidak membahas mengenai kasus-kasus korupsi yang sedang menjadi sorotan di Indonesia. “Kami tidak bahas kasus internal karena itu tidak etis,” kata dia.
Anggi Kusumadewi, Dedy Priatmojo
Anonymous berkata
Pesawat Kepresidenan RI Rp 819 Miliar
Anonymous berkata
Hal ini sangat disayangkan mengingat pajak yang didapatkan dari perusahaan emas terbesar di dunia ini, hanya berjumlah Rp 30 miliar pada tahun lalu.Yan juga mengeluhkan, bahwa dewan belum bisa bergerak karena terkendala masalah klasik, yaitu belum ada alokasi dana untuk turun ke lapangan.”Kami belum bisa ke lapangan karena terkendala dana,” tegasnya. (bnj/tsy) Yang diatas untuk jawabpan ini………….!.
Iskandar Sur berkata
Indonesia memang gebleg… orang sebenarnya sudah lama tahu bahwa lokasi tambang itu mengahsilkan bijih Emas yang banyak, hampir 30 % dari hasil tembaganya., juga sudah pada dengar bahwa disana terkandung biji uranium, ini pasti para pejabat negara sudah tahu.. seharusnya setelah habis kontrak kerja 30 tahun ya jangan di perpanjang.. eeeeh malah di perpanjang dan bahkan di perluas lagi arealnya.. lalu berapa banyaknya sih uang masuk ke kas Negara.. ? ini sama dengan menjualisi perut bumi pertiwi. sementara rakyat melarart dan warga setempat ribut melulu kartena gak merasakan nikmatnya.. Gilllla kan, jadi adanya korban yang jatuh di sana akibat dari keserakahan manusia, itung itung tumbal kali ya…
heru agung berkata
belajar yang rajin supaya pintar dan suatu saat bisa buat nuklir sendiri sehingga bisa memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal
taUbat berkata
FREEPORT SIAP BAHAS DIVESTASI 51 PERSEN SAHAMNYA
Minggu, 08 Juli 2012 | 18:28 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – PT Freeport Indonesia menyatakan perusahaan tambang tembaga dan emas raksasa itu siap membahas permintaan divestasi 51 persen sahamnya kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah provinsi Papua. “Kami siap membicarakan hal itu,” kata juru bicara Freeport Indonesia, Ramdhani Sirait kepada Tempo, Ahad 8 Juli 2012 sore tadi.
Saat ini, Pemerintah Indonesia hanya memiliki 9,36 persen saham di perusahaan tersebut. Belum lama ini, Freeport sudah menawarkan 9,36 persen saham lagi kepada pemerintah. Sebelumnya saham itu dikuasai PT Indocopper Investama. “Kami sedang menunggu kelanjutan dari permintaan divestasi pemerintah ini,” kata Ramdhani.
Menurut Ramdhani, Freeport selalu siap membicarakan renegosiasi kontrak karya mereka, termasuk soal kegiatan operasional perusahaan, rencana ke depan, serta ketentuan-ketentuan lainnya. “Kita harus menemukan solusi terbaik yang dapat menyeimbangkan aspirasi dan kepentingan nasional dengan kepentingan para investor jangka panjang seperti PT Freeport Indonesia,” katanya.
Permintaan pemerintah lain soal pembangunan pabrik pemurnian atau smelter, menurut Ramdhani, sudah dipenuhi Freeport. Perusahaan itu membangun smelter pertama di Indonesia pada 1998 di Gresik, Jawa Timur.
GUSTIDHA BUDIARTIE
ujang tasik berkata
nasib umat islam tanpa khilafah persis seperti anak tanpa naungan ayahnya…semua orang bisa ngelecein dia, ngegetok dia dan mencuri hartanya…barat itu dari dulu maunya meres kekayaan alam orang-orang islam…itu karena program yahudi…mengeruk hasil alam negara-negara yang dihuni umat islam…sadarlah…wahai para pejabat…yang akan rugi kita semua, termasuk anak keturunan ente wahai pejabat oon…!! hanya krn 1 trilyun, rela melepas puluhan trilyun…alloh yang akan menolong kita…
canarerock1980anarerock berkata
guuuu blogggggggg…..pejabat pada begoooo..pantesan negara kita ga akan pernah maju pejabatnya pemerintahnya begoooo otaknya duit….duit dan duit…PEEEEEEEEEAAAAAAAAAAAAA
taUbat berkata
PT FREEPORT INDONESIA MENGAKU KESULITAN KEUANGAN
Rabu, 10 Oktober 2012 | 03:57 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan tetap ngotot menagih kewajiban dividen PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Kementerian BUMN sebesar Rp 350 miliar. Namun, PT Freeport Indonesia menyatakan belum sanggup membayar dividen dalam waktu dekat.
“Pembayaran dividen tergantung kondisi perusahaan. Jadi belum bisa dibayarkan sekarang,” ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Menurut Rozik, perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu saat ini mengalami kendala keuangan sehingga belum bisa membayarkan dividen pada tahun ini.
“Salah satu penyebabnya adalah turunnya produksi,” ujarnya.
Biasanya, kata Rozik, produksi PT Freeport 900.000 ton per tahun, tetapi hingga saat ini belum bagus. Rozik memperkirakan produksi tahun ini hanya 80 persen dari kondisi normal.
“Memang sekarang kami mengeksplorasi yang cadangannya rendah. Permasalahannya timing sequence,” ungkap Rozik.
Sebelumnya, Dahlan menyatakan tidak peduli terkait konfirmasi dari Freeport yang mengaku mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen ke kas negara. Dahlan mengatakan hal tersebut telah membuat BUMN dalam posisi yang sulit.
Ana Shofiana Syatiri
Anonymous berkata
jual ijin ke China, jangan jual ke US.
Silahkan di lobi dan dibandingkan keuntungannya untuk Indonesia.
Anonymous berkata
wani piro!mang lo dr awalnya pmimpin2 di indnsia to dah g bner,strusnya n kan smpai kpanpun ttp bgtu.smga sja cpat trjadi prang dnia 3,agar yg mnumpuk hrta tdak brguna
taUbat berkata
FREEPORT BUKUKAN US$ 4,085 MILIAR DARI TAMBANG GRASBERG
Wednesday, 23 01 2013
Jakarta – old.indonesiafinancetoday.com – Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc, perusahaan pertambangan emas dan tembaga terbesar di dunia, diestimasikan mencatatkan pendapatan 2012 dari tambang Grasberg, Papua sebesar US$ 4,085 miliar turun 21,8% dibandingkan pendapatan 2011 sebesar 5,225 miliar. Menurut IFT penurunan pendapatan ini diakibatkan oleh berkurangnya produksi emas dan tembaga perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal IV perseroan yang dipublikasi Selasa (22/1), produksi emas Grasberg sepanjang 2012 tercatat sebanyak 862 ribu ounces atau turun 32% dari produksi 2011 sebanyak 1,272 juta ounces. Sedangkan produksi tembaga tercatat sebanyak 694 juta pound, turun 17,8% dari produksi 2011 sebanyak 846 juta pound.
IGNASIUS LAYA