SBY Bersenandung “Aku Tak Sanggup Lagi…”
Posted by KabarNet pada 19/06/2010
SEHABIS sarapan pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggabungkan diri ke sebuah grup band yang disiapkan di Istana Cipanas. SBY pun menyenandungkan dua buah lagu. Itulah bagian dari rangkaian kegiatan Presiden SBY dan wartawan di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut, SBY tidak menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Ia memilih melantunkan lagu milik D’Lloyd berjudul “Apa Salah dan Dosaku” serta lagu ciptaan Koes Plus, “Bujangan”.
“Aku tak sanggup lagi, menerima derita ini,” demikian penggalan lagu D’Lloyd yang populer pada era 1970-an itu yang dinyanyikan SBY.
SBY mengajak para wartawan yang menonton ‘show’-nya untuk ikut bernyanyi. Namun, ia menitip suatu pesan di sela-sela senandungnya itu.
“Liriknya tidak boleh kita ikuti. Kita tetap harus sanggup maju ke depan membangun negeri ini. Sanggup?” tanya SBY.
“Sangguuup!” jawab para wartawan ‘Kraton’, yakni wartawan yang sehari-harinya biasa meliput kegiatan Presiden di Istana Negara, Jakarta. Pada lagu yang kedua, SBY tampak lebih bersemangat. Ia berduet dengan Mensesneg Sudi Silalahi. Mendengar irama lagu Koes Ploes yang rancak, beberapa wartawan tak tahan untuk tidak bergoyang.
“Udah, ya, dua lagu cukup. Sekarang persiapan pertandingan futsal,” ujar SBY.
SBY dijadwalkan akan tanding futsal melawan wartawan. Namun, sebelum itu, SBY beserta seluruh peserta kegiatan di Istana Cipanas ini diajak untuk jalan sehat sejauh 1,4 km mengelilingi Istana nan hijau. SBY juga akan menanam pohon di kompleks Istana seluas 26 hektar itu.
Ibu Any Yodhoyono serta dua putra SBY, Agus Harimurti dan Edhie Baskoro, turut serta dalam acara ini. Tidak lupa sang menantu, Anisa Pohan, dan cucu semata wayangnya, Almira Tunggadewi Yudhoyono, juga diajak serta.
Selain Sudi, sejumlah pejabat juga hadir. Antara lain Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Menkominfo Tifatul Sembiring, serta Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso. [kn/jp]







































aura keyboard berkata
Selamat bertugas, yang tegas!
nurrahman berkata
selalu lebih suka membangun “citra” daripada tindakan “nyata”, ups
cantrik berkata
Tanda2 jaman. Bahasa tubuh sulit diterka, sebaliknya bahasa lisan itulah ungkapan qolbu. Jadi siap2 aja bangsaku, saudaraku, jika seorang pemimpin telah meng-iba2.