Akibat Membuang Tahi Lalat, Negara Jadi Kacau
Posted by KabarNet pada 01/05/2010

Saya adalah pemerhati dan pengagum Bapak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Hampir setiap kegiatan beliau, berita dan kabar terbaru tentang Presiden menjadi menu berita harian untuk saya. Bahkan penampilan beliau pun tak luput dari perhatian saya. Secara umum bisa dikatakan presiden SBY memberi inspirasi kepada saya. Bila ada berita baik yang datang tentang beliau pasti saya akan senang mendengarnya, namun bila ada berita tidak baik yang tersebar khususnya sejak beliau menjabat dalam masa kedua pemerintahannya kali ini, tidak terlalu membuat saya gusar. Apalagi kabar buruk terus datang silih berganti sejak awal kepemimpinan periode kedua ini. Karena memang tak ada manusia yang sempurna.
Tapi sekali lagi semua itu tidaklah penting bagi saya, karena sebenarnya titik puncak kebingungan saya timbul pada masalah TAHI LALAT. Saking saya sangat kagum dengan beliau, sampai aksesori pada wajahnya pun tak luput dari perhatian saya. Seperti tampak pada foto-foto masa awal beliau menjadi presiden tahun 2004 silam, ada TAHI LALAT pada kening sebelah kanan di wajahnya. Namun tak lama kemudian sekonyong-konyong TAHI LALAT itu menghilang entah kemana dan kapan menghilangnya saya juga tidak tahu pasti, karena tidak pernah ada berita tentang operasi tahi lalat. Saya sempat kaget, karena kok pusat perhatian saya jadi hilang.
Apa mungkin operasi itu dilakukan waktu presiden ada kunjungan ke Amerika Serikat pada saat awal menjabat dahulu. Kemudian pertanyaan kedua yang muncul, jangan-jangan TAHI LALAT yang dibuang itu sebenarnya adalah tahi lalat pembawa HOKI alias keberuntungan. Bisa jadi niat awal membuang tahi lalat itu untuk membuang sial, tapi kenyataannya justru sebaliknya mendatangkan SIAL bagi presiden. Karena sesuai pengamatan saya, sejak TAHI LALAT itu menghilang, justru kesialan dan ketidak beruntungan datang bertubi-tubi. Karena kalau kita lihat artis-artis yang punya tahi lalat juga seperti Rano Karno, Elvi Sukaesih dan lainnya tidak berniat membuang tahi lalat dan nasib mereka lumayan mujur. Jadi sebenarnya saya masih bertanya-tanya, PENTINGKAH KIRANYA TAHI LALAT DI KENING PRESIDEN? Sedih sekali hati ini, seandainya saja tahi lalat itu masih ada di kening Bapak SBY, mungkin saja tidak akan timbul keruwetan seperti sekarang ini. Oh andai saja.. Oh kiranya..
Pengagum SBY/ Salim Syarief.







































nike berkata
Kok tahi yang dibicarakan? memangnya ndak ada yang lain…
PENGAMAT berkata
Subhanallah, sampai tahi lalatnya dibahas.. ini sih bukan pengagum, tapi peneliti sepesialis tahi lalat. aku akhirnya dapat juga info menarik.. thx ya.
M. Sejuki berkata
Tahi lalat….. Tahi lalat…..
Kasian nian dikau. Udah bagus-bagus dikau nempel di keningnya Presiden, kok malah dibuang? Ternyata engkau telah dizhalimi
Sungguh malang nian nasibmu.
Ohhhhhhhh…………… Tahi lalat…
Ukuk… Uhuk… Uhuk…
Zaman Edan berkata
Untung dibuang, andai saja tahinya ngga dibuang, negeri ini tambah hancur……………………… Mas Salim, salam ya mas..
Era Gendeng berkata
Yahhhhhhhhhhh namanya saja tahi ( tokai ) tentulah harus dibuang tapi yang sayang lalatnya yang menjadi hama tetap saja ngikut……………..heee heeeee.
Ogah berkata
Bahas tahi lalat terlalu kecil, mendingan tahi gajah sekalian, he, he, heee …
cantrik berkata
Dosa terbesar dan terberat dan tak terampuni adalah musyrik. Tempat kembalinya manusia musyrik adalah neraka jahanam dan kekal didalamnya. Tulisan diatas menyebutkan bahwa keberuntungan dan sial disebabkan adanya tahi lalat. Berarti kekuasaan Alloh SWT disetarakan dengan kekuasaan tahi lalat.
Ya Alloh, ampuni dan maafkanlah dosa dan kelalahan kami dan seluruh umatMu ini, karuniailah inayahMu untuk memperoleh hidayahMu. Amien.
zay arifin berkata
g mensyukuri nikmat tuhan tu namanya……………