KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Taufik Kiemas Tukar Pikiran dengan Abu Bakar Ba’asyir

Posted by KabarNet pada 30/04/2010

SOLO NGRUKI – Hari Kamis 29 April 2010, sekitar pukul 11:00 WIB rombongan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Taufiq Kiemas, bersama empat orang wakilnya bersilaturahmi dengan Ustad Abu Bakar Baasyir di Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kedatangan lembaga MPR ini selain silaturahmi adalah untuk menanggapi surat dari ustad Abu Bakar Ba’asyir kepada MPR yang berisi “Tata Cara Bernegara Menurut Islam” yang pernah beliau kirimkan ke MPR sekitar tahun 2007. Ustad Abu mempunyai cara dakwah kepada pemerintah salah satunya dengan cara mengirimkan surat berupa nasihat yang beliau dasarkan kepada Al Qur’an dan Sunnah.

Taufiq Kiemas didampingi empat Wakil Ketua MPR yakni Melani Leimana (Partai Demokrat), Hajriyanto Y. Thohari (partai Golkar), Ahmad Farhan Hamid (unsur DPD), dan Lukman Hakim Saifuddin (PPP) melakukan dialog dengan pengasuh Pondok Pesantren Ngruki Ustad Abu Bakar Baasyir.

Sementara Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid mengatakan, Ustad Abu Bakar Baasyir ini seorang tokoh yang mempunyai fikiran sangat jelas, tegas tentang bagaimana prinsip-prinsip bernegara berdasarkan keyakinan beliau sehingga dialog soal bernegara ini dianggap sangat penting.

Ahmad Farhan Hamid mengatakan MPR mendengarkan prinsip-prinsip ustad Abu dan telah direkam dengan baik untuk menambah pengetahuan MPR.

Sementara Wakil Ketua MPR dari Partai PPP Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, “ustad Abu Bakar Ba’asyir ini komitmennya kuat sekali untuk bagaimana bangsa dan negara ini bisa lebih baik.

Selain itu, Abu Bakar Baasyir juga menyatakan tidak sefaham adanya kekerasan dengan cara pengeboman yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Ustad Baasyir tidak sepaham cara-cara yang dilakukan dengan kekerasan. Ini sekaligus menunjukkan kehadiran kita bahwa tidak benar tuduhan sebagian kalangan bahwa pesantren Al Mukmin Ngruki dan ustad Abu Bakar Ba’asyir adalah teroris, karena tidak mungkin lembaga seperti MPR mengunjungi tokoh kharismatik seperti ini yang dituduh teroris” katanya.

Sementara ustad Abu Bakar Baasyir mengatakan yang disebut bernegara baik itu kalau komitmen kepada Islam, jadi negara harus negara Islam, berlaku hukum Islam atau hukum-hukum buatan manusia meskipun buatan orang kafir asal tidak bertentangan dengan Islam itu yang dapat mewujudkan kebaikan.

Ustad Abu Bakar Baasyir mengatakan, cara kekerasan seperti pengeboman itu dilakukan jika negara ini diserang musuh dengan bersenjata, seperti Irak dan Afghanistan contohnya. Namun, jika negara atau Islam diserang dengan pikiran maka dibalas dengan cara dakwah, kata beliau.

Namun, ustad Abu mengatakan para pengebom itu “tetap seorang mujahid”. Dan untuk yang kesekian kalinya, ustad Abu menjelaskan lagi didepan para tamu dari MPR dan puluhan wartawan di depan kediaman beliau yang berada didalam komplek Ponpes Al Mukmin Ngruki, bahwa siapa saja orang Islam yang menuduh mereka teroris hanya karena tidak setuju dengan cara mereka, orang yang menyebut mereka sebagai teroris bisa “batal syahadatnya atau murtad”. Sebab ini sama dengan membantu isunya musuh dalam hal ini Amerika dan sekutunya. Sebab menurut penjelasan beliau, Amerika menuduh teroris itu tujuannya untuk mematikan semangat jihad, jadi kalau ikut-ikut menyebut teroris itu berarti membantu musuh dan bisa batal syahadatnya, tandas beliau.

Setelah dialog didalam rumah ustad Abu, kemudian rombongan MPR ikut melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah di masjid pondok dengan imam sholat ustad Abu Bakar sendiri. Taufik Kiemas tampak turut sholat dengan menggunakan kursi duduk di shof pertama. Setelah sholat berjamaah ini kemudian dilanjutkan wawancara dengan para wartawan yang telah menunggu sebelumnya.

Kepada rombongan dari MPR ini ustad Abu memberikan oleh-oleh sekitar enam buah buku, yang diantaranya berjudul “Menghancurkan Demokrasi” dan “Nasihat Ulama Kepada Penguasa”. [muslimdaily]

Satu Tanggapan to “Taufik Kiemas Tukar Pikiran dengan Abu Bakar Ba’asyir”

  1. PRAMUDYA berkata

    Memang harus diakui dengan jujur segala kehancuran yang telah menerpa bangsa ini adalah berpalingnya tokoh-tokoh negara yang merasa dirinya Muslim dari Hukum tatanan sebuah negara yang sudah dikonsepkan oleh Tuhan Didalam Al-Qur’an
    orang-orang yang berakal tentunya berhenti sejenak untuk kembali kepada aturan Hukum yang memiliki legimitasi sebagai pencipta sekaligus pemelihara alam semesta yang kita tempati sampai sekarang!! Anda tidak bisa melihat konsep-konsep hukum yang ada didalam teks Al-Qur’an hnya dengan kebodohan, gengsi, atau merasa lebih hebat dari orang lain yang anda anggap orang bodoh, justru andalah yang sebaliknya lebih bodoh cuma tidak disadari
    Anda mungkin sengaja tidak mau mengenal hukum-hukum tata negara yang ada di Al-Qur’an hanya karena terpasung oleh pemikiran dogma yang kerdil dan tanpa mendasar.
    atau karena para pengelola negara sengaja menghindar dan takut dengan keadilan hukum Islam sebagai ancaman karena mereka tidak bisa melakukan korupsi lagi.
    Dengan tegaknya realisasi hukum Islam di Indonesia tidak akan sedikitpun menggangu kemerdekaan agama lain. seperti contohnya di Aceh, di Banten ataupun di malaysia belum pernah dengar ada tekanan terhadap agama lain, kecuali yang memang berbenturan dengan kejahatan Pidana itu sendiri, substansinya Hukum Islam adalah penegakan keadilan tanpa pandang bulu titik. dan tidak menyentil hak kebebasan agama lain.karena Islam sudah memiliki motto relige yang setiap orang memahami”Untukmu Agamamu untuku Agamaku”
    Dan anda kalau masih ragu tentang konsep hukum yang ada didalam Al-Qur’an untuk memberangus kejahatan di negeri ini Al-Qur’an mempersilahkan diri untuk diuji materi dalam teks yang ada didalamnya,
    Asal penelitiannya harus menggunakan Sains modern dan akal sehat sebagai media untuk menggali sumber keabsahanya teks dari Tuhan
    bukan dar buatan manusia. sebagaimana yang telah diuraikan oleh aktivis Gereja Vatikan dan guru besar di Universitas Perancis yang merangkap juga Ahli bedah dari seorang Dokter dirumah sakit paris bernama Maurice Brusaille dalam bukunya Al-Qur’an Bible dan saint Modern.
    dan bagaimana anda mensikapi di barat Khususnya di London perkembangan jumlah mesjid begitu spektakuler disisi lain yang tadinya gereja sebagai agama Mayoritas sudah mulai banyak yang ditutup, Justru di Indonesia yang mayoritas Muslim lebih mengagumi Hukum peninggalan Belanda yang oleh Belanda sendiri tidak dipakai di negaranya sendiri.
    Marilah saatnya Indonesia menjadi Bangsa yang besar dengan meninggalkan pemikiran bebal yang selama ini memasung diakal sehat kita ????????????????

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: