“South Park” Diperingatkan Militan Muslim AS
Posted by KabarNet pada 26/04/2010
Ulama pun desak Amerika meminta maaf!
Film kartun menghina Nabi Muhammad SAW. Pencipta film kartun TV, South Park, pun banjir kecaman. Bahkan terancam serangan dari kalangan Islam militan. Tapi beruntung tayangan itu segera disensor.
ANDA masih ingat Theo van Gogh? Sutradara film asal Belanda ini bernasib tragis setelah membuat film yang menyinggung perasaan umat Islam. Pada tahun 2004, Theo van Gogh meregang nyawa setelah ditembak dan ditusuk hingga tewas oleh seorang muslim yang marah dengan filmnya tentang kaum perempuan muslim.
Gambaran tragis Van Gogh itu disampaikan kelompok Muslim Revolusi yang berbasis di Amerika Serikat (AS) saat memperingatkan Matt Stone dan Trey Parkey. Sang kreator South Park itu diingatkan bahwa mereka bisa mendapat balasan dengan kekerasan karena menggambarkan Nabi Muhammad memakai baju beruang. Ya balasan itu bisa jadi keduanya kemungkinan akan bernasib seperti Theo van Gogh.
Tulisan di situs itu merinci satu rumah yang dilaporkan dimiliki oleh Matt Stone dan Trey Parket. Selain itu juga dimuat alamat kantor rumah produksi film tersebut di negara bagian California dan alamat jaringan stasiun televisi kabel yang menayangkan film South Park, Comedy Central. Sebuah gambaran yang lebih sebagai ancaman.
”Kami harus memperingatkan Matt dan Trey bahwa perbuatan mereka itu bodoh dan mereka kemungkinan bernasib seperti Theo van Gogh karena menayangkan film itu,” demikian tulisan yang dibuat atas nama Abu Talhah Al-Amrikee.
”Ini bukan ancaman tetapi peringatan akan kenyataan yang kemungkinan akan terjadi pada mereka,” lanjut tulisan itu.
Al-Amrikee, seperti dikutip oleh kantor berita Associated Press, memastikan bahwa tulisan itu bukan untuk membangkitkan aksi kekerasan. Tulisan itu dimuat untuk membuka kesadaran akan masalah itu dan agar hal tersebut tidak lagi terjadi.
Dalam episode ke-200 film kartun South Park yang ditayangkan pekan lalu, sang kreator beberapa kali menampilkan sosok yang disebutnya sebagai Nabi Muhammad tapi ditampilkan dengan mengenakan baju beruang. Nabi-nabi agama besar lain juga muncul, antara lain, Buddha yang mempergunakan obat terlarang.
Kamarahan muslim akhirnya direspon saluran televisi satelit dan kabel AS, Comedy Central, dengan menyensor tayangan serial komedi khusus penonton dewasa, South Park, pada episode Rabu 21 April 2010 malam lalu. Sensor itu dilakukan setelah Comedy Central menerima protes dari komunitas umat muslim di Brooklyn, yang marah dengan tayangan South Park karena dalam salah satu episode menampilkan adegan yang dinilai telah mengolok-olok Nabi Muhammad. Keputusan sensor itu dilakukan agar tidak lagi menyinggung perasaan umat muslim.
Dalam episode pekan lalu, seperti dikutip dari laman harian USA Today, kartun South Park menampilkan sejumlah tokoh agama, termasuk Musa, Yesus, dan Budha, tetapi tidak memperlihatkan Nabi Muhammad dengan jelas. Dalam salah satu adegan disebutkan Nabi Muhammad berbicara dalam suatu mobil trailer dan tidak dimunculkan karakternya. Belakangan, karakter itu keluar dari trailer sambil mengenakan kostum beruang.
Representasi Nabi dalam adegan tersebut menimbulkan amarah para umat muslim di AS. Tapi dalam tayangan episode yang sudah disensor Rabu malam, tokoh yang mengenakan kostum beruang, yang semula digambarkan sebagai Nabi Muhammad, diganti menjadi Sinterklas. Parker dan Stone mengungkapkan bahwa episode itu disensor setelah mereka mengirimkannya ke Comedy Central.
Tagih janji Obama
Protes juga datang dari umat Islam Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) misalnya mengimbau agar muslim di Tanah Air dan seluruh dunia melayangkan protes keras kepada pihak televisi animasi South Park Amerika Serikat yang menanyangkan sosok yang disebut Nabi Muhammad SAW menggunakan pakaian beruang tersebut.
Ketua MUI KH Ma’ruf Amin saat diminta tanggapannya terkait tanyangan film tersebut mengatakan tayangan itu jelas penghinaan. “Itu penghinaan besar, sebaiknya memang diprotes oleh seluruh umat Islam,” tandasnya. Namun, kata Kiai Ma’ruf, protes tersebut juga perlu dilakukan oleh umat beragama lain sebagai bentuk menjaga keutuhan, kerukunan, dan kedamaian antarberagama.
“Agama lain juga perlu ikut memprotes. Sebab, bisa saja nanti tokoh agama lain yang dilecehkan. Bisa jadi Nabi Isa juga disepertiitukan (pakaian beruang),” paparnya.
Menurutnya, bentuk-bentuk penghinaan atau penistaan agama sengaja dihembuskan sebagai sumber konflik beragama. Komunitas ulama Aceh juga mendesak Pemerintah Amerika Serikat untuk meminta maaf kepada umat muslim seluruh dunia terkait penayangan film animasi itu.
“Ulama Aceh mengecam. Pemerintah Amerika harus meminta maaf, karena animasi itu telah melukai hati umat muslim seluruh dunia,” kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah (Pasantren) se-Aceh, Tgk. Faisal Ali di Banda Aceh, Kamis (22/4) lalu.
Faisal mengatakan, meski animasi itu disiarkan oleh sebuah statiun TV di AS, tapi Pemerintah di sana tetap harus meminta maaf dan bereaksi karena mayoritas umat muslim di dunia melihat itu adalah bagian dari sikap AS. Hubungan antara umat muslim dengan AS sempat meruncing saat negara itu dipimpin oleh George W. Bush.
“Jika Pemerintah Amerika tidak meminta maaf, maka hubungan antara umat Islam dengan Amerika yang selama ini sudah berjalan baik bisa kembali tegang,” ujar Faisal yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh.
Dia meminta Pemerintah Negara-negara Islam ikut menekan AS agar meminta maaf atas penayangan animasi Nabi itu. Jika tidak dikhawatirkan akan timbul perlawanan anarkis dari umat muslim kepada AS. Karena itu Ulama Aceh menuntut Presiden AS Barack Obama untuk mewujudkan janjinya di saat kampanye yang ingin memperkuat kembali hubungan AS dengan umat muslim. “Saat ini waktu yang tepat bagi Obama untuk menunjukkan. Dia harus bereaksi,” pinta Faisal.
Menurut dia, penyerupaan atau animasi para nabi sangat diharamkan dalam Islam. “Jangankan menyerupai binatang, menyerupai manusia saja tidak boleh. Ini menyangkut akidah,” jelas Faisal. (Duta Masyarakat)






































