Penguasa Tak Bernurani
Posted by KabarNet pada 30/03/2010
Usulan menaikkan gaji pejabat tinggi dan anggota DPR hingga 20 persen kembali menuai kecaman. Penguasapun dianggap tidak peka dan tidak memiliki hati nurani. Apalagi sebelumnya para menteri dan pejabat tinggi negara sudah mendapat jatah mobil mewah seharga 1,3 milyar (versi pemerintah 800 Juta) . Belum lagi rencana pemugaran pagar istana seharga 22,5 milyar. Ditambah rencana pembelian pesawat pribadi presiden dengan uang muka sedikitnya 200 milyar. Perkiraan harga pesawat VVIP Boeing 737-800 sekitar Rp. 400 Miliar-Rp. 700 Miliar.
Tentu tidak ada yang salah ketika seseorang memiliki rumah mewah berikut pagarnya yang indah, mobil super mahal, bahkan pesawat pribadi yang tercanggih sekalipun. Islam sendiri membolehkan seseorang memiliki barang-barang mewah seperti itu. Dengan syarat, semua itu diperoleh dengan cara yang halal. Disamping sang hartawan memenuhi kewajiban yang berkaitan dengan hartanya seperti membayar zakat.
Namun, paket kemewahan ini menjadi lain, ketika diperuntukkan bagi pejabat negara dengan menggunakan anggaran negara. Sementara rakyatnya sendiri hidup dalam kemiskinan. Terang saja hal ini memperlebar kesenjangan antara rakyat dan penguasa dan memunculkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat. Kalaulah rakyatnya sejahtera, kondisi ini tentulah bisa dimaklumi.
Anggaran untuk hajat hidup pokok rakyat seperti makanan yang cukup dan bergizi, perumahan yang layak, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan transportasi yang murah dan berkualitas seharusnya menjadi prioritas utama. Seandainya, anggaran untuk ‘paket kemewahan’ itu dikurangi dan dialihkan untuk kepentingan rakyat umum tentu akan lebih bermanfaat.
Ironisnya, yang terjadi malah sebaliknya. Anggaran untuk kepentingan rakyat miskin cenderung berkurang. Menurut Sekretaris Jenderal Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yuna Farhan, kenaikan gaji dan fasilitas yang diberikan kepada pejabat negara itu berimplikasi pada subsidi masyarakat miskin. Misalnya, belanja subsidi non energi berkurang Rp 6,8 triliun, pangan Rp 1,5 triliun, pupuk Rp 3,7 triliun, benih Rp 56 miliar, obat generik dihapuskan Rp 350 miliar. Kemudian, Belanja bantuan sosial yang di dalamnya terdapat Bos dan Jamkesmas di tahun 2010 dikurangi Rp 8,3 triliun.
Kurangnya empati penguasa terhadap penderitaan rakyat semakin menjadi-jadi, bukan hanya dalam persoalan pengaturan anggaran. Saat kita disibukkan dengan urusan Century, harga-harga kebutuhan pokok terutama beras yang terus naik, sang pemimpin malah sempat-sempatnya mengeluarkan album lagu terbaru. Semakin tampaklah bahwa pemimpin kita sudah kehilangan nurani.
Kitapun menjadi teringat akan kepemimpinan Rasulullah SAW. Sebagai kepala negara, Rasulullah SAW sangat memperhatikan rakyatnya. Rasulullah SAW pernah memberikan dua dirham kepada seorang peminta-minta. Rasulullah SAW memerintahkan dia untuk menggunakan 1 dirham untuk makan dan 1 dirham sisanya untuk membeli kapak. Rasulullah SAW menunjukkan kepada kita tentang dua hal penting dari tugas kepala negara , menjamin rakyatnya bisa makan dan bisa bekerja.
Rasulullah SAW mengingatkan kepada kaum Muslim dan aparat negara, bahwa mereka adalah pelayan rakyat, kepemimpinan adalah amanah, tanggung jawab, dan akan dipertanggungjawakan dihadapan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW: “Setiap Imam adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya “ (HR Bukhari dan Muslim).
Tanggung jawab itu bukan hanya dihadapan rakyat tapi juga dihadapan Allah SWT. Rasulullah SAW pun mengingatkan kepada para pemimpin untuk tidak mengkhianati amanah untuk mengurus rakyat dangan ancaman yang sangat tegas. ” Tidaklah, siapa saja yang diangkat untuk mengurusi urusan kaum Muslimin lalu dia mati, sedang dia berkhianat (menipu) pada mereka (kaum Muslimin) kecuali Allah mengharamkan baginya surga,” sabda Rasulullah SAW.
Sebagai kepala negara Rasulullah SAW juga menunjukkan kesederhanaannya. Umar bin Khaththab ra suatu saat tak kuasa menahan air matanya . Rasulullah bertanya: Apakah yang membuatmu menangis? Umar bin Khaththab ra. pun menjawab: Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak menangis, tikar itu telah membekas di pinggangmu dan tempat ini aku tidak melihat yang lain dari apa yang telah aku lihat. Sementara kaisar (raja Romawi) dan Kisra (raja Persia) bergelimang buah-buahan dan sungai-sungai sedangkan engkau adalah utusan Allah dan hamba pilihan-Nya hanya berada dalam sebuah kamar pengasingan seperti ini. Rasulullah saw. lalu bersabda: Wahai putra Khaththab, apakah kamu tidak rela, jika akhirat menjadi bagian kita dan dunia menjadi bagian mereka? [HR Muslim]. Subhanallah !
Dan penting kita catat, semua ini bukanlah sekedar kisah tanpa arti. Atau sekedar kesholehan individual. Namun ini semua adalah representasi dari keshalihan (kebaikan) sistem Islam yang didasarkan kepada Syariah Islam. Karenanya, untuk mendapat sistem yang baik dengan pemimpin yang amanah, ketertundukan kepada syariah Islam dalam segala aspek kehidupan adalah hal yang mutlak ! (farid wadjdi/ Media Umat)







































Boyan berkata
Subhanallah hanya dibawah kepemimpinan Islam dan Sistem Islam itu semua bisa terwujud, apakah kita tidak rindu keadaan 14 abad yg lalu dimana tidak ada rakyat yg mau di beri Zakat karena rakyat semua sejahtera, wahai pemimpin negara2 Islam pemimpin mana lg yg akan kau tiru selain Rasullah dan para sahabatnya, Ana bagian dari umat Islam yang tinggal diIndonesia Merindukan Sistem Islam diterapkan dibawah Naungan Khilafah.Allahuakbar !.
RAKYAT LAPAR berkata
Penguasa yg tak bernurani adalah penguasa lalim. Usulan kenaikan gaji pejabat tinggi dan DPR itu juga hasil kongkalikong antara penguasa lalim dengan DPR yg rakus. Emang bisa menaikkan gaji pejabat kalau anggarannya tdk disetujui DPR? Jadi timbulnya wacana kenaikan gaji ini tdk akan mencuat kalau tidak berkongkalikong dengan DPR rakus dan memanfaatkan media untuk melihat reaksi masyarakat.
Hanya ada satu jalan: TUMBANGKAN PENGUASA LALIM dan BUBARKAN DPR KORUP.
Ada 5 cara:
[]Model pelengseran Bung Karno; Kudeta tak berdarah bekerjasama dgn TNI.
[]Paksa lengser keprabon ala Pak Harto.
[]Paksa hengkang dari Istana ala pelengseran Gus Dur.
[]Mosi tdk percaya ala upaya pelengseran thd Habibi.
[]Pemilu ulang (kelamaan, 2014 masih 4 tahun lagi).
tuxlin berkata
wah parah ini… pemimpin bermewah-mewahan… rakyat sengsara…..
pengamat berkata
hidup s b y,lanjutkan jgn perdulikan rakyat,sekali lagi l a n j u t k a n!