TNI Akan Tuntut Allan Nairn
Posted by KabarNet pada 27/03/2010
Jakarta – TNI akan menuntut Alan Nairn, seorang wartawan yang menulis artikel Breaking News: Indonesian Army, Kopassus, Implicated in New Assassinations. Forces Chosen By Obama for Renewed US Aid Ran ’09 Activist Murders, pada 21 Maret silam.
“Kami hendak meyakinkan kepada bangsa ini, jangan sampai rumor yang dimunculkan oleh orang yang ingin agar bangsa kita ini pecah, sehingga kita memiliki pikiran yang tidak benar kepada tentara kita sendiri,”kata Kapuspen TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/3).
Nairn menulis laporan itu sepanjang 60 paragraf. Ia antara lain mengutip sumber-sumber pejabat senior dan polisi di Indonesia. Paragraf pertama tulisan itu menohok dengan menyatakan Amerika Serikat berada di belakang TNI untuk membunuh aktivis sipil selama 2009.
Ia juga mengangkat kematian aktivis prokemerdekaan Aceh. Setidaknya delapan aktivis dibunuh selama kurun sampai pemilu bulan April 2009. Ia menyebut nama Soenarko, mantan Pangdam Aceh.
Soal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga dibedah. Ia mengutip sumber yang menyebutkan setidaknya 2.800 prajurit Kopassus dilatih AS. Ia mengutip mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo yang menyatakan, Kopassus memiliki kedekatan dengan Washington.
“Kenapa justru saat ini, kasus ini berusaha dimunculkan kembali, dinyatakan prajurit TNI terlibat, tapi apa buktinya?” ujar Sagom.
Ia menegaskan, selama masa menjelang Pemilu 2009 hingga sekarang tidak ada laporan prajurit TNI terlibat dalam pembunuhan. Menurutnya, Allan menuduh tanpa dasar. “Sumber siapa dia tak jelas. Apa layak dipercaya? Itu perlu kejelasan,” katanya.
Pada bagian lain, Sagom menyatakan, Allan senang mengungkap dugaan pelanggaran HAM di Indonesia sejak kasus Timor Timur.
“Saya sudah dua kali bertemu dia di Kanada waktu bertugas di sana. Dia ini corong Ramos Horta, saat Timtim belum berdiri sebagai negara sendiri,” kata dia. (Primair)
http://www.allannairn.com/2010/03/breaking-news-indonesian-army-kopassus.html
_____________________
KSAD nilai Allan Nairn omong kosong
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta, menanggap apa yang ditudingkan wartawan Amerika Serikat Allan Nairn adalah omong kosong. Faktanya setelah perjanjian Helsinki pasukan nonorganik telah dikeluarkan.
“Ya kita keluar setelah itu. Setelah itu tidak ada. Kopassus sudah tidak ada,” katanya kepada wartawan usai sertijab Danpuspomad, di Jakarta, Kamis (24/3).
Menurutnya, usai perjanjian Helsinki, setelah 15 Agustus 2005 Kopassus keluar dari Aceh. KSAD juga membantah bahwa personel Kopassus ditempatkan di Kodam.
“Tidak ada. Emang kita pasukan liar tanpa perintah. Harus ada koordinasi. Dan kita sudah diperintahkan keluar dari situ. Kalau kita masuk lagi artinya ngarang,” katanya.
Ketika disinggung apakah ada pihak yang tidak suka dengan Kopassus, menurutnya hal itu salah satu analisa dirinya.
“Mungkin itu salah satu analisa. Kalau analisa dari Kopassus sendiri? Ya banyak kemungkinanlah,” ujarnya.







































Nanang Nasrulloh berkata
Assalamualaikum
Kepada Yth. Bpk. May,Jen TNI.Sutarno Soepodo, SH.
Semoga terus berjaya, dan Tuhan terus melindungi anda dan keluarga, serta semua jajaran pembela merah putih.
Saya ingin bertanya pak, apakah Koperasi Primkopad boleh menjaga parkiran serta menurunkan personilnya untuk menjaga parkiran, seperti yang terjadi pada PT.Indah Kiat Kragilan,Serang Banten,sedangkan masyarakat banyak yang mempertanyakan hal tersebut termasuk masyarakat kragilan sendiri yang menjadi anggota parkir di bawah pengelolaan Koperasi Primkopad Kodim Serang.
apakah tidak bertentangan dengan UU?Terima kasih.
Nanang Nasrulloh.