Gerindra: Tak Ada Dal, Dil, Dul, Del, Dol
Posted by KabarNet pada 25/02/2010
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pihak menyesalkan pandangan akhir Fraksi Gerindra. Fraksi yang tampak garang pada pandangan sementara 8 Februari lalu ternyata tak secara gamblang menyebutkan nama pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab dalam kasus Bank Century.
Berbagai spekulasi pun muncul. Ada dugaan terjadi deal-deal politik tertentu antara partai penguasa dan ketua umumnya, Prabowo Subianto. Ada pula yang menduga muncul ancaman untuk partai yang baru mulai berlaga di Pemilu 2009 ini.
Namun, Anggota Pansus dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani dengan tegas menampik dugaan tersebut. “Gue pastikan enggak ada dal, dil, dul, del, dol. Ancaman, juga enggak adalah itu,” tuturnya seusai rapat Pansus, Rabu (24/2/2010) sore.
Muzani mengatakan, fraksinya melihat bahwa pandangan akhir fraksi pun masih berupa dugaan karena Pansus berada di ranah penyelidikan. Oleh karena itu, pihaknya sangat menjunjung asas praduga tak bersalah.
“Kalau kita bilang Gubernur BI kan enggak mungkin si Badrun atau siapa. Kalau kita bilang Ketua KSSK kan enggak mungkin si Siti, Aminah..”
Namun, tak serta-merta Muzani menganggap penyebutan nama oleh sejumlah fraksi sebagai kesalahan. Menurutnya, itu adalah hak masing-masing fraksi. Lagi pula, lanjutnya, dengan hanya penyebutan lembaga saja pun, publik sudah bisa langsung menangkap siapa yang dimaksud. “Kalau kita bilang Gubernur BI kan enggak mungkin si Badrun atau siapa. Lalu kalau kita bilang Ketua KSSK kan enggak mungkin si Siti, Aminah atau Chadijah,” katanya sambil tertawa.
Tidak menyebutkan nama, ungkapnya, hanya sebuah formalitas politik. Yang paling penting, Muzani menegaskan, pandangan Gerindra tetap konsisten dengan pandangan sementara sebelumnya. Bahkan, ada tambahan soal indikasi tindak pidana korupsi. Apakah tetap konsisten sampai paripurna? “Insya Allah,” ujarnya. (Kompas.Com)
_______________________
Permadi: Prabowo Ditawari SBY 3 Menteri
INILAH.COM, Jakarta - Dalam pandangan akhirnya, Fraksi Gerindra tak menyebut nama penanggung jawab atas skandal bailout Century. Meski membantah ada deal, namun, Permadi mengaku Ketua Dewan pembina Gerindra Prabowo Subianto ditawari 3 menteri oleh SBY.
“Gerindra ditawari 3 menteri. Salah satunya untuk Prabowo, tapi belum deal. Nanti kita lihat saja, tapi sepertinya tidak akan diterima lah,” ujar Permadi kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (24/2).
Ia menjelaskan, kecenderungan bila Prabowo menerima tawaran SBY itu maka secara otomatis, mantan Cawapres 2009 itu akan langsung dimusuhi rakyat.
“Kita tahu SBY mau jatuh, masak kita mau jatuh bareng. Kalau Prabowo menerima malah akan dimusuhi rakyat, dibenci Hanura dan Wiranto, juga dibenci PDIP dan Megawati. Buat apa kita cari musuh,” terangnya.
Sebelumnya, pengamat politik UI, Abdul Ghafur Sangaji mensinyalir, dalam lobi politik yang dilakukan Demokrat, kemungkinan kuat Gerindra diimingi posisi jabatan di pemerintahan.
“Kemungkinan kuat Demokrat melakukan lobi dengan tukar-menukar posisi di pemerintahan jika nantinya reshuffle menteri jadi dilakukan pasca sikap PKS dan Golkar yang membelot sebagai partai koalisi dalam pansus,” kata Gafur.






































