KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Pengacara KPK Tuding Kepolisian Berbohong

Posted by KabarNet pada 26/09/2009

Pernyataan Kapolri soal adanya aliran uang ke petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) medanapt tanggapan dari pengacara KPK, Bambang Widjojanto. Menurutnya, Polisi telah membuat kebohongan sistematis. Karenanya, Presiden SBY seharusnya mengeluarkan perintah pembentukan tim investigator independen.

Bambang menyatakan, tim investigasi sangat diperlukan untuk menelusuri kebohongan sistematis yang terus dilakukan kepolisian. Kebohongan terbaru yang dilakukan adalah menyebutkan bahwa Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan (non aktif) Chandra M Hamzah menerima uang Rp 1 miliar dari tersangka penyuapan Ari Muladi.
Uang itu diperoleh Ari dari Anggodo Widjojo, adik Anggoro Widjojo, tersangka kasus pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan. “Seluruh pemeriksaan di kepolisian sangkaannya Chandra menyalahgunakan wewenang, nggak pernah penyuapan. Ini manipulatif, kebohongan,” sebut Bambang, saat dihubungi wartawan, Jumat (25/9).

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri membuat pernyataan seolah-olah Chandra Hamzah mengeluarkan surat cekal atas Anggoro Widjojo karena karena tak kebagian uang dari Ari Muladi. Atas petunjuk Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar, Ari kemudian menyerahkan Rp 1 miliar (dalam bentuk dolar Singapura) dari Anggodo dengan tujuan agar Chandra mencabut cekal Anggoro.

Bambang juga mempertanyakan pernyataan kepolisian sebelumnya, yang menyebutkan bahwa kasus suap terhenti pada diri Ari karena ternyata hanya dia sendiri yang menikmati uang Anggodo senilai Rp 5,15 miliar itu. “Padahal Ari sudah bilang nggak ada pejabat KPK yang terima. Tiba-tiba sekarang berubah, apakah tak ada potensi memaksa Ari,” tanya Bambang lagi.

Hal lain adalah soal testimoni Antasari yang terus-terusan dijadikan dasar kepolisian untuk memidanakan pimpinan KPK lainnya. Sebagai saksi mahkota (saksi yang juga tersangka), tambah Bambang, seharusnya kepolisian memikirkan benar kebenaran keterangannya. Sangat mungkin testimoni itu merupakan upaya balas dendam mantan jaksa itu terhadap pimpinan lain. “Saya sesalkan, kok semudah itu kepolisian menerima keterangan dari seseorang yang integritasnya dipersoalkan,” tegas mantan aktivis anti korupsi ini. (JPPN.COM)

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: