FUI: Polisi Harus Minta Maaf Ke Ponpes Ngruki
Posted by KabarNet pada 30/07/2009
Sekjen Forum Umat Islam Muhammad Al-Khaththath mengimbau pihak kepolisian untuk meminta maaf kepada pondok pesantren Al- Mukmin Ngruki karena terlalu cepat mengambil kesimpulan soal insiden pemboman Hotel JW Marriott-Ritz Carlton lalu.
“Ya polisi harus minta maaf secara terbuka atau paling tidak polisi silaturahmi ke Ngruki dan akui kalau bukan Ngruki yang melakukan teror bom itu,” ujar Al-Khaththath kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/7).
Menurutnya, penilaian yang begitu cepat tapi meleset akan mencoreng muka polisi sendiri. Karena itu, kata Al Khaththath lagi, polisi sebaiknya menyimpan segala kemungkinan menyangkut insiden teror bom itu.
“Saya kira kasus pemboman itu pembunuhannya. Kalau keyakinan sebagai umat Islam pembunuhan itu akan segera terungkap, jadi tidak usah terburu-buru bekerja,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menghimbau kepada umat Islam agar mendakwahkan ajaran Islam apa adanya dan tidak terpengaruh dengan terorisme. Sebab, umat Islam tidak mengajarkan teror. Dia menduga terorisme itu sebagai upaya black campaign terhadap Jihad. (Rakyat Merdeka)







































Mr. Jhony Walker berkata
Ngapain Polisi harus minta maaf ke Ponpes ngruki dan Abu Bakar Baasyr???? Justru sekarang Pola Perburuan Densus 88 terhadap Nurdin Cs ditingkatkan! Menyisir basis-basis teroris lewat Densus 88 Polda. Memantau jaringan + Pesantren dan + kajian keagamaan. Sebab rata-rata para kader Nurdin Muhammad Top direkrut melalui kajian agama Islam. Jadi hati-hati Islamic Centre-Islamic Centre itu. semua yang pakai burqah dan cadar mencurigakan.
antiteroris berkata
Abu Bakar Baasyir masuk daftar teroris buronan di situs resmi PBB:
http://www.un.org/sc/committees/1267/consoltablelist.shtml
Orang ini sangat berbahaya, jangan biarkan dia menyebarluaskan ajaran jihad sesatnya dan menjerumuskan lebih banyak lagi anak2 muda menjadi teroris dengan dalih jihad
Dark Art Wallpapers berkata
The Baggins family lived in the Shire, mostly in or near the town of Hobbiton. Evidently aristocratic landowners, they intermarried extensively with the two titled families of the Shire, the Tooks and the Brandybucks. It seems likely that the Bagginses were the major landowners and leading family of the area around Hobbiton. They were seen as respectable (indeed, as more respectable than the aristocratic Tooks) until Bilbo Baggins set out on the quest for Erebor with Gandalf the Grey and thirteen Dwarves: when he returned he was seen as odd or queer, but also extremely rich.