Peringatan Kudatuli Sempat Panas, Ban Dibakar
Posted by KabarNet pada 27/07/2009
Selain membakar ban, peringatan kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) oleh para aktivis dan korban juga diwarnai aksi pemblokiran Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
Tak hanya itu, dari pantauan Rakyat Merdeka Online, para demontran juga menumpahkan cat warna merah ke tengah jalan disusul lima orang menggulingkan diri di atas cat sebagai simbol atas tragedi yang terjadi 13 tahun silam. Aksi sempat berubah panas saat para demontran berusaha membakar foto SBY namun dihalau aparat polisi.
Dalam orasinya, aktivis PDI Perjuangan, Ribka Ciptaning Proletariati menyatakan tragedi 27 Juli 1996 melibatkan peran aktif elit tentara seperti Sutiyoso, Faisal Tandjung, Sarwan Hamid, dan juga SBY. SBY, sebutnya, adalah pihak yang harus ikut bertanggung jawab. Sebab, saat menjabat sebagai Kasdam, SBY dianggap mengetahui rencana penyerangan kantor DPP PDI tersebut.
Di sisi lain, Ning juga menyoroti putusan Mahkamah Agung (MA) yang dinilai kontroversial ditengah permasalahan pemilu 2009 yang belum tuntas. Putusan MA itu terkait pengabulan uji materiil tentang penetapan kursi Pileg.
Masih di lokasi yang sama, para demonstran yang tergabung dalam solidaritas terhadap korban 27 Juli 96 dan korban pemilu 2009 menyatakan menolak hasil pemilu yang penuh dengan rekayasa politik dari pasangan incumbent. Disamping mendukung upaya sepihak untuk mengajukan gugatan pemilu 2009 dan tindak kejahatan politik lainnya melalui Mahkamah Konstitusi. (Rakyat Merdeka)






































